Jalan Tol Indrapura-Kisaran Dukung Efisiensi Logistik Pelabuhan Kuala Tanjung dan Pacu Ekonomi Sumut

JurnalLugas.Com – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menegaskan bahwa peresmian Jalan Tol Indrapura-Kisaran Seksi II oleh Presiden Joko Widodo akan menjadi katalis penting bagi sektor logistik di Sumatera Utara (Sumut). Jalan tol ini diproyeksikan memperlancar arus logistik menuju dan dari Pelabuhan Kuala Tanjung, yang merupakan salah satu pelabuhan utama di kawasan tersebut.

“Kami menyambut baik pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera, khususnya ruas Indrapura-Kisaran, karena ini akan mempercepat arus logistik menuju Pelabuhan Kuala Tanjung,” ujar Budi Karya dalam keterangan resminya kepada JurnalLugas.Com, Kamis (17/10/2024).

Bacaan Lainnya

Meningkatkan Efisiensi Logistik di Kuala Tanjung

Jalan Tol Indrapura-Kisaran diharapkan mampu mempersingkat waktu tempuh pengiriman dan memperlancar distribusi barang. Menhub menekankan pentingnya peningkatan kinerja Pelabuhan Kuala Tanjung, karena integrasi jalur darat yang baik akan mempercepat operasional logistik dan menekan biaya distribusi.

“Keberadaan tol ini akan memudahkan arus barang, memperpendek waktu perjalanan, serta meningkatkan efisiensi operasional di pelabuhan,” jelas Budi Karya.

Pelabuhan Kuala Tanjung yang terletak di Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, dilengkapi dengan dermaga berukuran 500×60 meter serta trestle sepanjang 2,8 km dengan empat jalur truk.

Baca Juga  KPK Siap Jemput Paksa Budi Karya Sumadi, Ini Alasannya

Lokasinya yang strategis di Selat Malaka menjadikannya salah satu titik potensial untuk transshipment port, dengan target kapal-kapal besar dari berbagai negara dapat bersandar di pelabuhan ini.

Selain itu, pelabuhan ini juga terhubung langsung dengan jalur kereta api menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, memperkuat konektivitas distribusi logistik regional.

Peresmian Jalan Tol Indrapura-Kisaran Seksi II ini dilakukan oleh Presiden Joko Widodo pada Rabu, 16 Oktober 2024, di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Presiden didampingi oleh Menhub Budi Karya Sumadi dan Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Rachman Arief Dienaputra. Pada kesempatan yang sama, Presiden juga meresmikan Jalan Tol Bayung Lencir-Tempino Seksi III di Provinsi Jambi.

Tol Indrapura-Kisaran dibangun sejak 2018 dengan nilai investasi sebesar Rp6,32 triliun. Jalan tol ini memiliki panjang total 47,75 km dan terdiri dari dua seksi, yakni:

  1. Seksi I (Indrapura–Lima Puluh): 15,6 km
  2. Seksi II (Lima Puluh–Kisaran): 32,15 km

Sementara itu, Jalan Tol Bayung Lencir-Tempino Seksi III di Jambi memiliki panjang 34 km dan menelan biaya pembangunan Rp5,6 triliun.

Baca Juga  KPK Telusuri Aliran Dana Korupsi DJKA, Nama Budi Karya Sumadi Disebut

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Baru

Presiden Joko Widodo berharap jalan tol baru ini akan mempercepat pergerakan orang dan barang, sekaligus memfasilitasi distribusi logistik secara lebih efisien. “Dengan konektivitas yang lebih baik, setiap daerah di Indonesia dapat lebih kompetitif di pasar global, mengingat persaingan antarnegara saat ini semakin ketat,” ujar Presiden.

Ia juga menekankan bahwa infrastruktur tersebut akan membuka peluang bagi munculnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai wilayah. “Ini akan menjadi faktor daya saing dan menumbuhkan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru,” kata Presiden Joko Widodo.

Jalan Tol Indrapura-Kisaran dan sejumlah proyek tol lainnya di Sumatera menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan logistik nasional.

Infrastruktur ini diharapkan tidak hanya mempercepat distribusi barang, tetapi juga mempersiapkan Indonesia untuk menghadapi tantangan global dan memperkuat daya saing ekonomi daerah maupun nasional.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait