JurnalLugas.Com – Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, mengungkapkan kekhawatirannya mengenai rencana Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang berencana menghapus kredit macet di Himpunan Bank Negara (Himbara). Kebijakan ini difokuskan pada kredit macet bagi sekitar enam juta petani, nelayan, serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang mengalami kesulitan finansial.
Iman menyatakan bahwa penghapusan kredit macet tersebut berpotensi memengaruhi pandangan investor terhadap saham-saham perbankan, terutama bank-bank besar yang tergabung dalam Himbara. Menurutnya, investor akan menanti dampak nyata dari kebijakan ini terhadap kinerja perbankan yang memiliki kapitalisasi besar di pasar saham.
“Dengan adanya rencana penghapusan enam juta kredit macet untuk nelayan dan UMKM, investor akan lebih hati-hati melihat dampaknya terhadap sektor perbankan,” ujar Iman pada Jumat (1/11/2024).
Di antara anggota Himbara yang berpengaruh, terdapat PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), yang semuanya memiliki kapitalisasi pasar besar.
Apabila investor cenderung mengambil sikap wait and see terhadap dampak penghapusan kredit macet ini, potensi penurunan pada saham perbankan dapat berpengaruh langsung pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). IHSG sendiri akhir-akhir ini telah mengalami pelemahan, yang menurut Iman juga mencerminkan kekhawatiran investor terhadap arah kebijakan 100 hari pemerintahan Prabowo-Gibran.
“Secara fundamental, IHSG memang relatif stabil, tetapi sikap wait and see investor saat ini terpengaruh oleh komposisi kabinet dan pencapaian 100 hari pertama mereka,” tambah Iman.
Selain faktor domestik, Iman juga menyoroti beberapa faktor global yang turut memberikan tekanan pada IHSG. Di antaranya adalah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan mendekatnya pemilihan umum di Amerika Serikat (AS). Faktor-faktor global ini mempertegas bahwa kinerja IHSG bukan hanya dipengaruhi oleh faktor dalam negeri, melainkan juga kondisi internasional yang turut memengaruhi sentimen investor.
“Pergerakan indeks mencakup berbagai aspek, mulai dari domestik hingga global, serta kondisi fundamental perusahaan,” pungkas Iman.
Kebijakan penghapusan kredit macet ini menjadi perhatian pasar dan investor. Para pelaku pasar tentu akan memonitor dampak nyata dari kebijakan tersebut bagi sektor perbankan dan perkembangan lebih lanjut dari pemerintahan baru.






