JurnalLugas.Com – Dalam upaya memperketat pengawasan terhadap penyaluran subsidi energi, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir telah menunjuk Mochamad Iriawan, yang dikenal juga sebagai Iwan Bule, sebagai Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina (Persero). Penunjukan ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah untuk memastikan subsidi energi tepat sasaran, khususnya dalam mengatasi masalah “kebocoran” anggaran.
Erick Thohir mengungkapkan bahwa pengawasan subsidi energi memerlukan peran yang lebih kuat dari para pemangku jabatan di BUMN, terutama dalam hal perhitungan dan distribusi subsidi.
Dalam pernyataan di kompleks parlemen Senayan pada 4 November 2024, Erick menekankan pentingnya peran Iriawan untuk menekan potensi inefisiensi yang kerap terjadi dalam proses penyaluran subsidi. Menurutnya, meskipun kebocoran anggaran bukan karena korupsi, ketidaktepatan data selama ini menjadi tantangan utama.
Selain Mochamad Iriawan, Condro Kirono juga diangkat sebagai Komisaris Independen Pertamina. Kedua tokoh ini memiliki latar belakang sebagai perwira tinggi di Polri, yang dianggap akan mampu memberikan perspektif pengawasan yang lebih baik. “Kami berharap kehadiran mereka bisa memperkuat kontrol atas subsidi energi,” tegas Erick.
Kebocoran subsidi energi menjadi salah satu perhatian utama pemerintah. Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebutkan bahwa sekitar 20-30% dari anggaran subsidi energi berpotensi tidak tepat sasaran. Bahkan, kerugian akibat ketidaktepatan penyaluran subsidi energi ini bisa mencapai hingga Rp100 triliun per tahun.
Bahlil menjelaskan bahwa saat ini pihaknya tengah menyusun formula baru untuk memastikan bahwa subsidi benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. Ia juga mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan waktu dua minggu bagi Kementerian ESDM untuk menyelesaikan formula tersebut.
Pada 2024, pemerintah telah mengalokasikan anggaran subsidi energi sebesar Rp435 triliun, yang pada tahun depan direncanakan menurun menjadi Rp307,9 triliun. Pengurangan ini bertujuan untuk menyeimbangkan penggunaan anggaran dan memastikan subsidi tepat sasaran.
Penunjukan Mochamad Iriawan dan Condro Kirono hanyalah sebagian dari restrukturisasi yang terjadi di Pertamina.
Berikut adalah susunan lengkap jajaran Dewan Komisaris dan Direksi Pertamina yang baru:
Dewan Komisaris Pertamina:
- Komisaris Utama: Mochamad Iriawan
- Wakil Komisaris Utama: Dony Oskaria
- Komisaris Independen: Raden Adjeng Sondaryani
- Komisaris: Heru Pambudi
- Komisaris: Bambang Suswantono
- Komisaris Independen: Condro Kirono
- Komisaris Independen: Alexander Lay
- Komisaris Independen: Iggi H. Achsien
Direksi Pertamina:
- Direktur Utama: Simon Aloysius Mantiri
- Wakil Direktur Utama: Wiko Migantoro
- Direktur Manajemen Risiko: Ahmad Siddik Badruddin
- Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha: A. Salyadi Dariah Saputra
- Direktur Logistik dan Infrastruktur: Alfian Nasution
- Direktur Keuangan: Emma Sri Martini
- Direktur Penunjang Bisnis: Erry Widiastono
- Direktur Sumber Daya Manusia: M Erry Sugiharto
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso menjelaskan bahwa pergantian pimpinan di Pertamina merupakan proses normal yang berada di bawah kewenangan pemerintah sebagai pemegang saham. “Pergantian kepemimpinan ini adalah proses yang wajar sesuai ketentuan yang ada,” jelas Fadjar dalam siaran pers pada 4 November 2024.
Dengan susunan kepemimpinan yang baru, pemerintah berharap Pertamina mampu meningkatkan efektivitas penyaluran subsidi energi. Keterlibatan tokoh dengan latar belakang kuat di bidang keamanan dan pengawasan diharapkan dapat menjadi solusi untuk menekan inefisiensi serta memastikan anggaran subsidi tepat sasaran demi kepentingan masyarakat luas.






