Kinerja Keuangan PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) Turun pada Kuartal III 2024

JurnalLugas.Com – PT Delta Djakarta Tbk (DLTA), produsen minuman beralkohol terkenal dengan merek Anker dan San Miguel, mencatatkan penurunan laba bersih hingga kuartal III 2024.

Berdasarkan laporan keuangan terbaru, perusahaan ini membukukan laba bersih sebesar Rp101,76 miliar, yang berarti turun sebesar 35,11 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Bacaan Lainnya

Penurunan laba ini juga membuat laba per saham dasar (EPS) DLTA mengalami koreksi signifikan menjadi Rp127 per saham.

Sebagai salah satu emiten terkemuka di sektor minuman beralkohol yang sebagian sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, DLTA menghasilkan pendapatan usaha sebesar Rp482,7 miliar pada sembilan bulan pertama tahun ini. Angka tersebut mencerminkan penurunan sebesar 11,09 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Baca Juga  Saham PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE) Melesat Usai Akuisisi Poh Group Investor Tunggu Right Issue

Penjualan Domestik dan Ekspor

DLTA mencatatkan penjualan domestik produk minuman alkohol sebesar Rp509,93 miliar (setelah dikurangi cukai), sementara ekspor produk mereka hanya mencapai Rp1,87 miliar. Meskipun beban pokok produksi berhasil ditekan, perusahaan harus menghadapi kenaikan biaya penjualan dan administrasi, yang turut menekan margin keuntungan.

Laba Operasional dan Laba Tahun Berjalan

Dengan pengelolaan yang lebih ketat, DLTA mampu menghasilkan laba operasional sebelum pajak sebesar Rp127,95 miliar. Namun, setelah dikurangi pajak, laba tahun berjalan tercatat hanya sebesar Rp101,83 miliar. Hasil ini menunjukkan adanya tekanan yang signifikan terhadap profitabilitas perusahaan di tengah kondisi pasar yang menantang.

Dampak terhadap Neraca Keuangan

Penurunan kinerja operasional juga berdampak pada kondisi neraca keuangan perusahaan. Ekuitas DLTA mengalami kontraksi sebesar 13 persen sejak awal tahun (year-to-date/ytd), menjadi Rp811,26 miliar.

Pada saat yang sama, total utang perusahaan naik 8,2 persen ytd, mencapai Rp296,14 miliar. Akibatnya, aset perusahaan terpangkas hingga 8,33 persen ytd, menyisakan Rp1,1 triliun. Di sisi lain, posisi kas DLTA pada akhir kuartal III tercatat masih cukup stabil di angka Rp531,19 miliar.

Baca Juga  Garuda Indonesia Habiskan Dana Rights Issue Rp7,77 Triliun, Ini Rinciannya

Penurunan kinerja keuangan PT Delta Djakarta Tbk ini mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh industri minuman beralkohol di Indonesia, mulai dari beban cukai yang tinggi hingga biaya operasional yang meningkat.

Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan perlu terus melakukan efisiensi dan inovasi untuk menjaga profitabilitas di tengah persaingan ketat serta regulasi yang semakin ketat.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait