JurnalLugas.Com – Pemilihan Presiden Amerika Serikat tahun 2024 menjadi sorotan global, khususnya dengan keunggulan sementara Donald Trump atas pesaingnya, Kamala Harris, dalam perolehan suara populer dan electoral college.
Pada Rabu (6/11/2024) siang, data menunjukkan Trump meraih 46,6 juta suara, atau sekitar 52,4 persen dari total suara, sementara Harris mengumpulkan 41,2 juta suara, atau 46,3 persen.
Dalam perolehan electoral college, Trump memiliki 198 suara dibandingkan Harris yang baru mencapai 112 suara. Jika tren ini bertahan, Trump berpotensi memenangkan kursi kepresidenan dengan mengantongi 270 electoral college yang dibutuhkan.
Di luar dunia politik, Donald Trump dikenal sebagai sosok pengusaha real estate dengan jaringan bisnis internasional, termasuk di Indonesia. Kolaborasi bisnisnya di Tanah Air dengan konglomerat Hary Tanoesoedibjo melalui PT MNC Land Tbk (KPIG) telah menarik perhatian, terutama terkait proyek-proyek besar yang dilabeli sebagai investasi wisata kelas dunia.
Jejak Bisnis Trump di Indonesia
Donald Trump memulai ekspansinya ke Indonesia melalui kerjasama strategis dengan MNC Land, terutama dalam dua proyek besar yang berlokasi di Lido, Jawa Barat, dan Bali. Proyek-proyek ini mencakup pengembangan kawasan wisata terpadu dengan nilai investasi mencapai Rp20 triliun.
Empat perusahaan Trump yang terlibat dalam proyek ini antara lain:
- DT Marks Lido LLC
Menjalin perjanjian lisensi dengan PT Lido Nirwana Parahyangan, perusahaan ini memperoleh royalti antara USD1 hingga USD5 juta dari proyek di Lido. - DT Lido Technical Services Manager LLC
Perusahaan ini terikat dalam perjanjian manajemen dengan PT Lido Nirwana Parahyangan, menghasilkan pendapatan manajemen sekitar USD83.333. - DT Marks Bali LLC
Melalui perjanjian lisensi dengan PT Bali Nirwana Resort, perusahaan ini memperoleh royalti antara USD1 hingga USD5 juta dari proyek Bali. - DT Bali Technical Services Manager LLC
Perusahaan ini juga memiliki perjanjian manajemen dengan PT Bali Nirwana Resort, dengan pendapatan management fee sekitar USD83.333.
Selain itu, entitas bisnis lain yang terkait dengan Trump di Indonesia, seperti DT Bali Golf Manager LLC dan DT Lido Golf Manager LLC, turut menambah portofolio Trump di Indonesia, meskipun aktivitas operasionalnya tidak banyak dipublikasikan.
Jaringan Bisnis Trump di Kancah Global
Bisnis internasional Trump telah lama menjadi sorotan, terutama karena portofolionya tersebar di berbagai negara strategis. Berdasarkan laporan dari Forbes, Donald Trump tercatat memiliki sekitar 600 merek dagang di 87 negara, termasuk di kawasan Asia, Amerika, hingga Eropa. Di Indonesia, ia memiliki 12 merek dagang, menempatkannya sebagai salah satu pasar penting dalam jaringan bisnis Trump.
Selain Indonesia, Trump juga memiliki sejumlah merek dagang di negara-negara strategis lainnya, seperti China, Hong Kong, Uni Emirat Arab, Kanada, dan Inggris. Di China, Trump bahkan memiliki 119 merek dagang, diikuti oleh 21 merek di Hong Kong dan Makau.
Pada Mei 2023, Forbes memperkirakan kekayaan bersih Donald Trump mencapai USD2,5 miliar atau sekitar Rp37,4 triliun. Meskipun angka ini menempatkan Trump dalam daftar miliarder dunia, kekayaannya mengalami penurunan sekitar 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pengaruh Bisnis Trump Terhadap Geopolitik
Sebagai pengusaha sekaligus politisi, Trump kerap kali dikaitkan dengan pengaruh bisnisnya terhadap keputusan geopolitik Amerika Serikat. Jaringan bisnis internasionalnya yang mencakup Asia, Eropa, dan Amerika, termasuk proyek-proyek di Indonesia, dapat berdampak pada arah kebijakan AS, khususnya terkait hubungan diplomatik dengan negara-negara yang menjadi bagian dari bisnisnya.
Jika Trump kembali menjabat sebagai Presiden AS, potensi pengaruh bisnisnya terhadap kebijakan luar negeri AS akan menjadi isu yang menarik untuk dipantau. Kerja sama bisnis di Indonesia, yang merupakan salah satu negara dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara, dapat menjadi peluang bagi Trump dalam memperkuat hubungan ekonomi dan diplomatik antara AS dan Indonesia.
Kemenangan sementara Donald Trump dalam Pemilu AS 2024 menciptakan ketertarikan terhadap jaringan bisnis globalnya, terutama di negara-negara yang memiliki hubungan bisnis langsung dengannya, termasuk Indonesia.
Melalui kerja sama dengan MNC Land, Trump berpotensi memperkuat posisi bisnisnya di Asia Tenggara, terutama dalam sektor pariwisata dan properti.
Namun, ke depan, potensi pengaruh dari jaringan bisnis ini terhadap kebijakan luar negeri AS juga menjadi salah satu aspek yang perlu diantisipasi, terutama jika Trump berhasil memenangkan kursi kepresidenan.






