Harga Beras Cabai Bawang Masih Tinggi Berikut Detailnya

JurnalLugas.Com – Pada Kamis, 7 November 2024 pagi, Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat peningkatan harga pada sejumlah komoditas pangan. Beberapa bahan pangan utama menunjukkan kenaikan harga di pasar nasional, termasuk telur ayam ras yang mencapai harga Rp28.700 per kilogram (kg). Kenaikan harga ini menjadi perhatian, terutama bagi konsumen dan pelaku usaha yang bergantung pada komoditas pangan tersebut.

Kenaikan Harga Beras

Bacaan Lainnya

Data dari Panel Harga Bapanas pada pukul 09.00 WIB menunjukkan bahwa harga beras di tingkat pedagang eceran mengalami peningkatan. Beras premium naik 0,78 persen atau Rp120 menjadi Rp15.600 per kg. Beras medium juga naik sebesar 0,15 persen atau Rp20 menjadi Rp13.550 per kg, sedangkan beras stabilitas pasokan dan harga pangan (SPHP) yang disediakan Bulog turut naik sebesar 0,16 persen atau Rp20, menjadi Rp12.580 per kg.

Harga Bawang dan Cabai Ikut Naik

Harga komoditas lainnya, seperti bawang merah dan bawang putih bonggol, juga mengalami kenaikan. Bawang merah naik 0,35 persen atau Rp120 menjadi Rp34.140 per kg, sementara bawang putih bonggol meningkat 0,15 persen atau Rp60 menjadi Rp40.430 per kg. Komoditas cabai pun tidak luput dari kenaikan harga. Cabai merah keriting naik 0,98 persen atau Rp280 menjadi Rp28.820 per kg, sementara cabai rawit merah naik tipis 0,10 persen atau Rp40, mencapai harga Rp39.610 per kg.

Baca Juga  Harga Pangan Fluktuatif Beras Bawang Putih Naik

Kenaikan Harga Daging Sapi dan Penurunan Harga Daging Ayam Ras

Pada sektor protein hewani, harga daging sapi murni meningkat sebesar 0,03 persen atau Rp40 menjadi Rp134.780 per kg. Sementara itu, daging ayam ras justru mengalami penurunan harga sebesar 0,63 persen atau Rp230, menjadi Rp36.090 per kg. Sedangkan harga telur ayam ras mengalami kenaikan sebesar 0,46 persen atau Rp130 per kg, yang kini berada di harga Rp28.700 per kg.

Kedelai, Gula, dan Minyak Goreng

Komoditas lain yang turut naik adalah kedelai biji kering impor, dengan kenaikan sebesar 0,66 persen atau Rp70 menjadi Rp10.680 per kg. Namun, untuk gula konsumsi dan minyak goreng kemasan sederhana, tercatat mengalami penurunan harga. Gula konsumsi turun 0,17 persen atau Rp30 menjadi Rp17.960 per kg, minyak goreng kemasan sederhana turun 0,11 persen atau Rp20 menjadi Rp18.290 per kg, dan minyak goreng curah juga turun signifikan sebesar 1,13 persen atau Rp190 menjadi Rp16.580 per kg.

Harga Tepung Terigu Mengalami Penurunan

Tepung terigu curah dan tepung terigu non-curah juga menunjukkan tren penurunan harga. Tepung terigu curah turun 1,67 persen atau Rp170 menjadi Rp10.000 per kg, sedangkan tepung terigu non-curah mengalami penurunan sebesar 0,46 persen atau Rp60, dengan harga terbaru Rp13.090 per kg.

Baca Juga  Prabowo Restui Ekspor Beras ke Malaysia Indonesia Siap Kirim 2.000 Ton per Bulan

Kenaikan Harga Jagung dan Garam Beryodium

Jagung di tingkat peternak mencatat kenaikan yang cukup tinggi, yakni 4,86 persen atau Rp290, menjadi Rp6.260 per kg. Garam halus beryodium pun mengalami kenaikan harga sebesar 0,17 persen atau Rp20 menjadi Rp11.610 per kg.

Kenaikan Harga Ikan Kembung dan Tongkol, Penurunan Ikan Bandeng

Di sektor perikanan, harga ikan kembung naik 1,59 persen atau Rp590 menjadi Rp37.680 per kg, dan ikan tongkol naik 0,48 persen atau Rp150 menjadi Rp31.210 per kg. Namun, ikan bandeng justru mengalami penurunan harga sebesar 2,77 persen atau Rp920, dengan harga terbaru Rp32.330 per kg.

Secara keseluruhan, data dari Bapanas menunjukkan bahwa sebagian besar komoditas pangan mengalami kenaikan harga. Fenomena ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kondisi cuaca, biaya logistik, serta tingkat permintaan dan pasokan di pasar.

Dengan adanya fluktuasi harga ini, masyarakat diharapkan lebih bijak dalam merencanakan anggaran belanja pangan dan terus memantau harga-harga di pasar agar dapat mengambil keputusan yang tepat.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait