JurnalLugas.Com – Pada Selasa, 12 November 2024, Presiden Indonesia Prabowo Subianto melakukan kunjungan bersejarah ke Gedung Putih, Washington D.C., untuk bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Joe Biden. Kunjungan ini menandai langkah penting dalam diplomasi kedua negara, dengan Prabowo menyampaikan komitmen kuatnya untuk mempererat hubungan Indonesia-AS.
Dalam pertemuan di Ruang Oval, Prabowo menyatakan keinginannya untuk memperkuat kerja sama strategis dengan Amerika Serikat. “Saya akan bekerja keras untuk memperkuat hubungan Indonesia-AS, dan ingin berkolaborasi mencapai tujuan bersama agar terjalin kerja sama yang solid,” ungkap Prabowo. Pernyataan ini memperlihatkan keseriusan Prabowo dalam menjaga dan meningkatkan kemitraan strategis yang saling menguntungkan antara kedua negara.
Prabowo tiba di Washington D.C. setelah sebelumnya mengunjungi Beijing, Tiongkok, dan bertemu Presiden Xi Jinping. Perjalanan ini adalah lawatan luar negeri pertamanya sejak dilantik sebagai Presiden Indonesia pada Oktober 2024. Pertemuan di Gedung Putih memperlihatkan perhatian Prabowo terhadap peran Indonesia dalam dinamika global yang melibatkan negara-negara besar dunia.
Selama pertemuan tersebut, Gedung Putih mengungkapkan bahwa pembicaraan kedua pemimpin mencakup isu-isu penting, termasuk perubahan iklim, konflik di Timur Tengah, serta situasi di Laut China Selatan.
Pihak Amerika Serikat mendorong agar Indonesia terus mengedepankan prinsip-prinsip hukum internasional dalam perjanjian dengan negara lain, khususnya terkait Laut China Selatan.
Hal ini merujuk pada kesepakatan maritim antara Indonesia dan China yang baru-baru ini ditandatangani, meskipun Indonesia menegaskan bahwa kerja sama tersebut tidak berarti mendukung klaim Nine-Dash Line (9DL) yang diklaim oleh Tiongkok.
Juru bicara Gedung Putih, Karine Jean-Pierre, menyampaikan bahwa AS mengapresiasi komitmen Indonesia untuk memastikan setiap perjanjian yang dibuat bersama China selaras dengan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut.
“Kami terus mendorong Indonesia untuk bekerja sama dengan para ahli hukum mereka guna memastikan setiap perjanjian yang mereka buat dengan China sesuai dengan hukum internasional,” ujar Jean-Pierre dalam jumpa pers.
Kunjungan Prabowo ke Gedung Putih ini tidak hanya mempertegas keinginannya memperkuat kerja sama bilateral dengan AS tetapi juga menunjukkan posisi Indonesia yang aktif dalam diplomasi internasional di tengah dinamika geopolitik yang semakin kompleks.






