JurnalLugas.Com – Warren Buffett, investor legendaris dunia, kembali menjadi sorotan dengan langkah strategisnya berinvestasi di Domino’s Pizza. Melalui perusahaan investasinya, Berkshire Hathaway, Buffett membeli saham pengelola gerai pizza tersebut senilai USD549 juta atau sekitar Rp8,7 triliun. Langkah ini mencakup pembelian 1,3 juta saham Domino’s, yang setara dengan 3,7 persen dari total saham yang beredar. Tak hanya itu, Buffett juga melakukan investasi di Pool Corp sebesar USD152 juta, yang setara dengan 1,1 persen saham perusahaan tersebut.
Dampak Buffett Effect pada Harga Saham
Berita masuknya Buffett ke Domino’s dan Pool Corp memberikan dorongan signifikan terhadap harga saham kedua perusahaan tersebut. Saham Domino’s Pizza melonjak 8 persen, sedangkan saham Pool Corp menguat 6 persen, sebuah fenomena yang dikenal sebagai “Buffett Effect”. Efek ini mencerminkan kepercayaan pasar terhadap keputusan investasi Buffett, yang seringkali memicu para investor lain untuk ikut membeli saham yang sama.
Meski begitu, langkah ini kemungkinan besar dilakukan oleh manajer investasi Buffett, seperti Ted Weschler atau Todd Combs. Nilai investasi sebesar USD549 juta relatif kecil dibandingkan posisi ekuitas Berkshire Hathaway yang mencapai USD266 miliar.
Strategi Value Investing Buffett
Buffett, yang terkenal dengan pendekatan value investing, dikenal berburu saham perusahaan yang memiliki fundamental kuat namun sedang dihargai rendah di pasar. Dalam kasus Domino’s, harga sahamnya telah mengalami perjalanan yang menarik.
Sejak tahun 2010, harga saham Domino’s meningkat lebih dari 40 kali lipat hingga mencapai USD530 per saham pada akhir Juni 2023, mendekati rekor tertingginya di USD560 per saham. Namun, setelah itu, harga sahamnya anjlok hingga menyentuh USD400 pada pertengahan Juli 2023. Penurunan inilah yang membuka peluang bagi Buffett untuk masuk.
Buffett juga dikenal menyukai saham perusahaan dengan keunggulan kompetitif yang kuat, atau yang ia sebut sebagai economic moat. Domino’s memenuhi kriteria ini, mengingat reputasinya yang kuat sebagai merek global yang mampu mempertahankan loyalitas pelanggan, bahkan saat harga produknya meningkat.
Alasan Strategis Berinvestasi di Domino’s Pizza
Keputusan Buffett berinvestasi di Domino’s juga relevan dengan portofolionya yang berfokus pada perusahaan-perusahaan berbasis konsumsi. Sebelumnya, Berkshire Hathaway telah memiliki saham di Coca-Cola, Dairy Queen, dan Kraft Heinz, perusahaan yang beroperasi di sektor makanan dan minuman. Dengan gaya hidup Buffett yang dikenal sebagai penikmat makanan cepat saji, investasi ini tampaknya selaras dengan preferensinya.
Domino’s Pizza juga memiliki model bisnis yang unik. Sebagian besar pendapatan perusahaan berasal dari lisensi brand kepada franchisee, yang kemudian membayar royalti dan biaya lisensi. Selain itu, Domino’s mengenakan biaya atas bahan makanan, peralatan, dan suplai lainnya, yang digunakan untuk mendanai strategi pemasaran dan operasional. Pada tahun 2023, Domino’s mencatatkan pendapatan sebesar USD4,5 miliar, menunjukkan performa keuangan yang solid.
Langkah Warren Buffett berinvestasi di Domino’s Pizza adalah cerminan dari pendekatan investasinya yang cermat dan strategis. Dengan memanfaatkan momentum harga saham yang tertekan dan memilih perusahaan dengan keunggulan kompetitif, Buffett terus menunjukkan kepiawaiannya dalam menemukan peluang emas di pasar.
Domino’s, dengan merek global yang kuat dan model bisnis yang menguntungkan, menjadi pilihan sempurna bagi portofolio Berkshire Hathaway, sekaligus menambah catatan sukses Buffett di dunia investasi.





