JurnalLugas.Com – PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) resmi melaksanakan program saham untuk karyawan dan manajemen atau Management Employee Stock Option Program (MESOP) pada 20 November 2024. Program ini bertujuan memberikan insentif kepada manajemen dan karyawan terpilih.
Dalam pelaksanaan MESOP tersebut, SILO mengonversi sebanyak 23.880.200 saham dengan harga pelaksanaan Rp2.100 per saham. Total dana dari konversi saham ini mencapai Rp50,14 miliar.
“Perseroan telah mengeksekusi pelaksanaan program MESOP yang ditandai dengan pengalokasian saham MESOP kepada peserta pada 20 November 2024,” ujar manajemen SILO dalam keterangannya, Kamis (21/11/2024).
Periode Pelaksanaan dan Dampak Saham
Program MESOP akan berlangsung hingga 31 Desember 2024. Setelah tanggal tersebut, opsi beli tidak dapat dijalankan lagi.
Menariknya, program MESOP ini tidak menyebabkan dilusi bagi investor eksisting. Pasalnya, saham yang digunakan dalam program ini bukan berasal dari penerbitan saham baru.
Struktur Kepemilikan Saham SILO
Hingga saat ini, pemegang saham utama SILO meliputi:
- PT Megapratama Karya Persada: 49,57%
- Prime Health Company Limited: 26,18%
- Publik: 15,44%
- PT Gloria Mulia: 3,51%
- PT Nilam Biru Bersinar: 3,05%
Pergerakan Saham SILO
Pada 20 November 2024, saat pengalokasian program MESOP, saham SILO tercatat turun 1,97% ke level Rp2.980. Namun, pada perdagangan Kamis (21/11/2024), saham SILO menguat tipis 0,67% ke harga Rp3.000.
Dengan pelaksanaan MESOP ini, diharapkan kinerja perusahaan semakin solid dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.






