Kejahatan Zionis Israel Tembaki Rumah Warga Qantara Lebanon Selatan Langgar Gencatan Senjata

JurnalLugas.Com – Pada Kamis (26/12), militer zionis Israel kembali melakukan pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata dengan melancarkan serangan ke wilayah strategis di Lebanon selatan. Serangan ini menambah daftar panjang pelanggaran yang dilakukan oleh zionis terkutuk Israel, menciptakan situasi ketegangan yang terus meningkat di wilayah tersebut.

Menurut laporan media resmi Lebanon, National News Agency (NNA), pasukan Israel menyerang wilayah Wadi al-Hujeir sambil menembakkan senapan mesin kaliber berat. Serangan mendadak ini memaksa otoritas militer Lebanon untuk menutup akses jalan menuju area tersebut demi keamanan warga sipil.

Bacaan Lainnya

Penduduk Sipil Menjadi Korban Konflik
Serangan militer Israel telah memaksa penduduk kota Qantara, yang terletak di dekat lokasi kejadian, mengungsi ke desa terdekat Ghandourieh. Kepanikan dan ketidakpastian terus melanda warga Lebanon yang tinggal di perbatasan, akibat aksi agresif Israel yang kerap melanggar kesepakatan internasional.

Baca Juga  Iran Abaikan Perundingan AS Abbas Araqchi Teheran Kecam Kebiadaban Israel Didukung Amerika

Hingga saat ini, pihak militer Israel belum memberikan komentar resmi terkait serangan tersebut. Namun, data yang dihimpun dari pihak berwenang Lebanon menunjukkan bahwa sejak gencatan senjata berlaku pada 27 November, lebih dari 300 pelanggaran telah dilakukan oleh Israel.

Pelanggaran Gencatan Senjata: Fakta yang Tak Terbantahkan
Berdasarkan perjanjian gencatan senjata yang disepakati, Israel diwajibkan untuk menarik pasukannya hingga ke selatan Garis Biru perbatasan de facto antara kedua negara. Sementara itu, militer Lebanon bertanggung jawab untuk menjaga keamanan di wilayah tersebut dalam waktu 60 hari setelah kesepakatan.

Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa Israel kerap mengabaikan perjanjian ini, menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur di Lebanon selatan. Data dari Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat bahwa sejak serangan Israel dimulai pada 8 Oktober 2023, setidaknya 4.063 orang telah tewas, termasuk perempuan, anak-anak, dan tenaga kesehatan. Selain itu, 16.663 orang lainnya mengalami luka-luka.

Baca Juga  RS Indonesia di Gaza Dipakai Propaganda Zionis Israel, MER-C Itu Kejahatan Kemanusiaan

Mengutuk Kejahatan Zionis Israel
Tindakan militer Israel ini tidak hanya melanggar kedaulatan Lebanon tetapi juga menambah deretan kejahatan kemanusiaan yang dilakukan oleh rezim Zionis. Serangan tanpa henti yang menyasar warga sipil, infrastruktur vital, dan lembaga kesehatan menunjukkan betapa brutalnya strategi militer Israel dalam mempertahankan dominasinya di kawasan tersebut.

Sebagai masyarakat dunia, kita tidak boleh diam terhadap kejahatan yang dilakukan Israel. Tindakan ini memerlukan perhatian serius dari komunitas internasional untuk mencegah eskalasi konflik lebih lanjut dan memberikan keadilan bagi korban yang tak berdosa.

Untuk informasi dan berita lebih lanjut, kunjungi JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait