JurnalLugas.Com – Pada Selasa, 7 Januari 2025, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menegaskan pentingnya interoperabilitas kepada para pejabat TNI yang baru menerima jabatan dalam upacara serah terima jabatan (sertijab) di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta. Interoperabilitas, atau kemampuan untuk bekerja sama dan saling terhubung secara efektif, menjadi fokus utama dalam pengembangan kemampuan TNI untuk menghadapi tantangan masa depan.
Jenderal Agus Subiyanto menekankan bahwa interoperabilitas adalah kunci sukses dalam pelaksanaan tugas TNI di tengah dinamika yang semakin kompleks. “TNI membutuhkan interoperabilitas atau kemampuan untuk bekerja sama secara efektif dengan berbagai pihak sebagai kunci utama dalam pelaksanaan tugas,” tegasnya.
Selain menekankan pentingnya sinergi, Panglima TNI juga berharap para pejabat baru mampu menunjukkan kepemimpinan yang kuat dalam membina satuan kerja masing-masing. Ia menambahkan, “Tunjukkan keteladanan dan kapasitas untuk meningkatkan kinerjamu, menuju TNI yang PRIMA.”
TNI PRIMA: Profesional, Responsif, Integratif, Modern, dan Adaptif
Slogan “TNI PRIMA” menjadi bagian dari visi Panglima TNI dalam membangun kekuatan yang lebih profesional, responsif, integratif, modern, dan adaptif. Hal ini mencerminkan komitmen TNI untuk terus bertransformasi menghadapi tantangan zaman sekaligus menjawab kebutuhan pertahanan negara yang semakin kompleks.
Dalam upacara sertijab tersebut, sejumlah perwira tinggi resmi menduduki posisi baru, termasuk:
- Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I, menggantikan Laksamana Madya TNI Rachmad Jayadi.
- Mayjen TNI Bobby Rinal Makmun sebagai Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan (Dankodiklat) TNI, menggantikan Letjen TNI Mohammad Fadjar.
- Mayjen TNI Krido Pramono sebagai Asisten Intelijen Panglima TNI, menggantikan Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha.
- Mayjen TNI Candra Wijaya sebagai Asisten Logistik Panglima TNI, menggantikan Mayjen TNI Jamallulael.
Selain itu, beberapa pejabat lainnya juga mendapatkan tugas baru:
- Brigjen TNI Hendy Antariksa sebagai Komandan Komando Operasi Khusus (Dankoopssus) TNI, menggantikan Mayjen TNI Suhardi.
- Kolonel Inf. Tornado sebagai Kepala Pusat Pembinaan Mental (Kapusbintal) TNI, menggantikan Laksamana Pertama TNI Ian Heriyawan.
- Kolonel Arm. Stefie Jantje sebagai Kepala Pusat Sejarah (Kapusjarah) TNI, menggantikan Brigjen TNI M. Syech Ismed.
- Kolonel Inf. Arie Tri Hedhianto sebagai Kepala Pusat Jasmani dan Peraturan Militer Dasar (Kapusjaspermildas) TNI, menggantikan Brigjen TNI Mahfud.
Dengan kepemimpinan baru yang mengedepankan sinergi dan keteladanan, TNI diharapkan dapat terus bertransformasi menjadi kekuatan yang solid dan adaptif dalam menjalankan tugasnya. Interoperabilitas menjadi pondasi utama dalam membangun TNI yang tidak hanya tangguh di lapangan, tetapi juga relevan dalam menghadapi tantangan global.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai perkembangan seputar TNI, kunjungi JurnalLugas.Com.






