Donald Trump Kembali Ngotot Usir Warga Palestina ke Mesir dan Yordania

JurnalLugas.Com – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menghidupkan kontroversi dengan usulannya untuk merelokasi warga Palestina dari Gaza ke Mesir dan Yordania. Pada Kamis, 30 Januari 2025, Trump menegaskan keyakinannya bahwa kedua negara tersebut pada akhirnya akan menerima rencananya, meskipun mereka telah berulang kali menolak.

Trump Yakin Mesir dan Yordania Akan Menuruti Usulannya

Bacaan Lainnya

Saat ditanya mengenai kemungkinan adanya tekanan terhadap Kairo dan Amman agar menerima rencananya, Trump menjawab dengan penuh keyakinan.

“Mereka akan melakukannya. Mereka akan melakukannya. Mereka akan melakukannya, oke? Kami telah melakukan banyak hal untuk mereka, dan mereka akan melakukannya,” kata Trump.

Pernyataan ini muncul setelah perjanjian gencatan senjata di Gaza mulai berlaku pada 19 Januari 2025, yang untuk sementara menghentikan konflik antara Israel dan Palestina.

Baca Juga  Serangan Zionis Israel di Kamp Pengungsi Jenin Tepi Barat Buldoser Infrastruktur

Kecaman Internasional atas Usulan Trump

Usulan Trump untuk “membersihkan” Gaza dan merelokasi warganya ke Mesir serta Yordania memicu kritik keras dari berbagai pihak. Para kritikus menyebutnya sebagai bentuk “pembersihan etnis” dan “kejahatan perang,” yang bertentangan dengan prinsip-prinsip hukum internasional.

Sebelumnya, Mesir dan Yordania dengan tegas menyatakan bahwa mereka tidak akan menerima pemindahan paksa warga Palestina dari tanah mereka. Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi, dalam konferensi pers di Kairo pada Rabu (29/1), menegaskan kembali sikap negaranya yang menolak rencana tersebut.

“Pemindahan paksa adalah tindakan ketidakadilan yang tidak bisa diterima,” ujar Sisi.

Dia juga menegaskan bahwa posisi Mesir dalam mendukung perjuangan Palestina adalah prinsip historis yang tidak dapat ditawar.

Baca Juga  Kelompok Perlawanan Hamas Kecam Serangan Zionis Israel di Beit Lahia Gaza Utara

Komitmen Mesir terhadap Solusi Dua Negara

Mesir tetap berkomitmen pada solusi dua negara sebagai jalan terbaik dalam menyelesaikan konflik Israel-Palestina.

“Keamanan nasional Mesir tidak bisa dikompromikan. Kami bertekad untuk bekerja sama dengan Presiden (Donald) Trump guna mencapai penyelesaian damai berdasarkan solusi dua negara,” tambah Sisi.

Dengan penolakan keras dari Mesir dan Yordania, serta kecaman dari komunitas internasional, usulan Trump tampaknya akan menghadapi tantangan besar untuk dapat direalisasikan.

Baca lebih banyak berita dan analisis mendalam di JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait