Mohammed Deif Panglima Brigade Al-Qassam Hamas Gugur

JurnalLugas.Com – Sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam, secara resmi mengonfirmasi gugurnya Panglima Militer Mohammed Deif dan Wakil Kepala Militer Marwan Issa pada Kamis, 30 Januari 2025. Pengumuman ini disampaikan oleh juru bicara Brigade Al-Qassam, Abu Obeida, yang menyatakan bahwa kedua pemimpin tersebut telah berpulang dalam perjuangan melawan pendudukan Israel.

Serangan Israel dan Konfirmasi Kematian Mohammed Deif

Sebelumnya, pada Agustus 2024, Pasukan Israel mengklaim telah menewaskan Mohammed Deif dalam serangan udara di Jalur Gaza. Namun, baru pada akhir Januari 2025, Hamas mengonfirmasi kabar tersebut.

Bacaan Lainnya

Mohammed Deif dikenal sebagai sosok yang memiliki peran sentral dalam perlawanan bersenjata Hamas selama beberapa dekade. Ia menjadi target utama Israel karena kepemimpinannya dalam operasi militer kelompok tersebut.

Baca Juga  Zionis Israel Serang Sekolah UNRWA dan Kamp Pengungsian Khan Younis Gaza 31 Warga Palestina Tewas

Gencatan Senjata dan Pembebasan Sandera

Di tengah eskalasi konflik, Hamas pada Kamis, 30 Januari 2025, membebaskan tiga sandera Israel dalam pertukaran ketiga di bawah ketentuan gencatan senjata yang telah berlaku sejak 19 Januari 2025. Kesepakatan ini memungkinkan jeda sementara dalam peperangan yang telah berlangsung sejak 7 Oktober 2023.

Sejak awal agresi Israel, lebih dari 47.000 warga Palestina, yang mayoritasnya adalah wanita dan anak-anak, telah menjadi korban tewas akibat serangan udara dan darat. Gaza kini berada dalam kondisi yang semakin hancur akibat blokade dan serangan militer yang terus berlanjut.

Dampak Gugurnya Mohammed Deif terhadap Hamas

Kematian Mohammed Deif dan Marwan Issa diperkirakan akan memberikan dampak besar terhadap struktur kepemimpinan militer Hamas.

Baca Juga  Esir al-Saadi Komandan Brigade Al-Qassam Hamas Gugur Bentrokan di Jenin Tepi Barat

Namun, pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa Hamas memiliki mekanisme regenerasi kepemimpinan yang kuat. Brigade Al-Qassam kemungkinan akan segera menunjuk pemimpin baru untuk melanjutkan perlawanan mereka.

Konflik di Gaza masih jauh dari kata usai. Perjuangan rakyat Palestina terus berlangsung di tengah tekanan internasional terhadap Israel agar mengakhiri agresinya. Sementara itu, dunia menanti langkah-langkah lebih lanjut dari Hamas dalam menanggapi gugurnya dua tokoh penting mereka.

Untuk berita terkini dan analisis lebih lanjut, kunjungi JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait