Hamas Siap Gencatan Senjata Permanen di Gaza, Turki dan Mesir Sepakat Perkuat Kerja Sama Regional Palestina

JurnalLugas.Com — Kelompok pejuang Palestina Hamas menunjukkan kesediaan untuk mengambil langkah-langkah konstruktif demi memastikan gencatan senjata di Jalur Gaza bersifat permanen. Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan menegaskan bahwa hal tersebut perlu direspons dengan sikap serupa dari pihak Israel, agar perdamaian dapat benar-benar terwujud.

Jalur Gaza adalah bagian dari Palestina dan harus diperlakukan sebagaimana mestinya,” ujar Menlu Hakan Fidan dalam konferensi pers bersama rekannya dari Mesir, Badr Abdelatty, di Ankara, Rabu (12/11/2025).

Bacaan Lainnya

Penguatan Hubungan Turki-Mesir

Fidan menyampaikan rasa gembira atas kunjungan Abdelatty yang juga diterima langsung oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Ia menilai, hubungan kedua negara kini memasuki fase baru yang lebih erat dan produktif.

“Berkat visi dan tekad presiden kedua negara, hubungan Turki-Mesir kini mencatat kemajuan signifikan,” kata Fidan.
Ia menambahkan, pertemuan pertama Dewan Kerja Sama Strategis Tingkat Tinggi (HLSCC) yang digelar 4 September 2024 menjadi momentum penting dalam memperkuat fondasi diplomatik kedua negara.

Menurutnya, tim kerja sama bilateral tengah menyiapkan sejumlah perjanjian strategis yang ditargetkan rampung pada pertemuan HLSCC tahun depan. “Kami menargetkan perjanjian itu siap ditandatangani pada pertemuan kedua HLSCC. Dengan begitu, hubungan kontraktual Turki-Mesir akan semakin kokoh,” ujarnya.

Baca Juga  Netanyahu Siap Perang Lagi Jika Negosiasi Gencatan Senjata Gagal di Gaza

Fokus pada Kerja Sama Ekonomi dan Energi

Fidan menyebut, Mesir merupakan mitra dagang terbesar Turki di Afrika, dengan nilai perdagangan bilateral mencapai hampir USD9 miliar pada 2024, naik 11% dari tahun sebelumnya. Kedua negara menargetkan peningkatan nilai perdagangan hingga USD15 miliar dalam waktu dekat.

Selain perdagangan, Turki dan Mesir berkomitmen memperdalam kolaborasi di bidang energi, hidrokarbon, transportasi, dan konektivitas.
“Perusahaan-perusahaan Turki berperan penting di Mesir, dan kami ingin memperluas peran itu di sektor strategis,” kata Fidan.

Ia juga menyoroti kerja sama militer dan keamanan yang terus berkembang melalui kunjungan dan latihan bersama, guna memperkuat stabilitas kawasan. “Kami yakin proyek-proyek bersama ini akan memperkokoh kemitraan strategis kedua negara,” tambahnya.

Bahas Isu Regional: Libya, Sudan, dan Suriah

Dalam pertemuan tersebut, Turki dan Mesir turut membahas berbagai isu kawasan, termasuk krisis di Libya, Sudan, dan Suriah.
Fidan menegaskan dukungan penuh terhadap upaya rekonsiliasi di Libya dan menekankan pentingnya menjadikan Mediterania Timur sebagai kawasan damai dan sejahtera melalui kolaborasi erat dengan Mesir.

Baca Juga  Brigade Al Quds Beri Respon Zionis Israel Halangi Pengungsi Gaza Kembali

Mengenai konflik di Sudan, Fidan menyerukan gencatan senjata segera serta perlindungan warga sipil. Ia juga menegaskan komitmen Turki terhadap kedaulatan dan keutuhan Sudan.

Sementara untuk Suriah, Fidan menyambut baik peningkatan posisi internasional negara tersebut serta keterlibatannya dalam Koalisi Global Anti-ISIS.
“Status Suriah yang semakin meningkat adalah kabar menggembirakan. Turki mendukung visi Suriah yang aman, bersatu, dan bebas dari terorisme,” tegasnya.

Komitmen Bersama Menuju Stabilitas Kawasan

Fidan menutup konferensi dengan menyatakan bahwa kerja sama Turki-Mesir kini memberi hasil nyata bagi perdamaian dan stabilitas regional. Ia mengungkapkan bahwa kedua negara sepakat untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dan mengeluarkan pernyataan bersama sebagai peta jalan baru hubungan bilateral.

Dengan kesediaan Hamas untuk menjaga gencatan senjata, serta peran aktif Turki dan Mesir dalam diplomasi kawasan, peluang perdamaian permanen di Gaza semakin terbuka.

Baca berita lainnya JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait