JurnalLugas.Com – Gubernur terpilih Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, mengungkapkan dirinya masih menanti arahan terkait perannya dalam struktur kepengurusan Partai Gerindra setelah resmi menjadi anggota partai yang berlogo kepala garuda tersebut. Hal itu disampaikan Bobby usai menerima Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Gerindra.
Bobby yang sebelumnya merupakan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyebutkan bahwa KTA Partai Gerindra tersebut diberikan secara simbolis oleh Ketua Umum Partai Gerindra yang juga Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
“KTA-nya kemarin sudah secara simbolis diberikan Bapak Ketua Umum yang diberikan kepada kami gubernur-gubernur terpilih kemarin,” jelas Bobby, Minggu, 16 Februari 2024.
Penyerahan KTA berlangsung dalam momen perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 Partai Gerindra yang diadakan di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu, 16 Februari 2024. Dalam acara tersebut, Bobby turut membacakan Sumpah Jati Diri Kader Gerindra di hadapan para kader yang hadir.
Saat membacakan sumpah, Bobby tampak mengenakan kemeja safari putih dipadukan dengan peci hitam. Ia dengan tegas membacakan sumpah yang menegaskan loyalitas dan pengabdian kader kepada Bangsa Indonesia.
“Kami kader Partai Gerindra adalah patriot pejuang Indonesia, pejuang Indonesia yang membela kedaulatan, kemerdekaan, dan kehormatan Bangsa Indonesia. Kami dengan tulus ikhlas, dengan sukarela, dengan penuh rasa cinta Tanah Air dan dengan penuh rasa tanggung jawab kepada Ibu Pertiwi, bertekad dengan segenap jiwa dan raga kami, membela keutuhan dan kejayaan Bangsa Indonesia,” ucap Bobby dengan lantang.
Sebagai informasi, Bobby Nasution yang merupakan menantu Presiden Ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), sebelumnya tergabung dalam PDIP sejak tahun 2020. Namun, ia resmi keluar dari PDIP pada 14 Desember 2024 setelah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP mengeluarkan surat pemecatan terhadapnya.
Dalam surat keputusan tersebut, DPP PDIP menegaskan bahwa mulai dari tanggal pemecatan, Bobby tidak diperbolehkan mengatasnamakan PDIP dalam aktivitas politik maupun jabatan lainnya.
“Terhitung setelah dikeluarkannya surat pemecatan ini, maka PDI Perjuangan tidak ada hubungan, dan tidak bertanggung jawab terhadap segala sesuatu yang dilakukan saudara,” ujar Ketua Bidang Kehormatan DPP PDIP, Komarudin Watubun, dalam siaran video resmi yang dirilis di Jakarta, Senin, 16 Desember 2024.
Keputusan Bobby Nasution bergabung dengan Partai Gerindra menambah dinamika politik di Sumatera Utara. Publik kini menantikan langkah-langkah strategis Bobby sebagai Gubernur Sumatera Utara di bawah bendera Partai Gerindra.
Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui JurnalLugas.Com.






