JurnalLugas.Com – Pada perdagangan Senin pagi, 10 Maret 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka melemah sebesar 31,07 poin atau 0,47 persen ke level 6.604,93. Tren negatif ini juga berdampak pada indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan, mengalami penurunan 6,70 poin atau 0,89 persen ke posisi 743,69.
Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan IHSG
Pelemahan IHSG di awal pekan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik dari dalam negeri maupun global. Dari dalam negeri, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi terbaru, termasuk Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang akan dirilis dalam waktu dekat. Data ini menjadi indikator penting dalam mengukur optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ke depan.
Sementara dari sisi global, sentimen negatif datang dari ketidakpastian kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (The Fed), yang berpotensi mempengaruhi arus modal asing di pasar saham Indonesia. Selain itu, pelemahan bursa saham Asia turut memberikan tekanan pada IHSG.
Saham-Saham yang Menjadi Perhatian
Pada sesi perdagangan hari ini, beberapa saham menjadi perhatian investor. Beberapa analis merekomendasikan saham sektor konsumer dan infrastruktur sebagai pilihan investasi jangka menengah hingga panjang. Selain itu, sektor energi juga masih menarik, mengingat harga komoditas global yang cukup stabil dalam beberapa waktu terakhir.
Para investor disarankan untuk tetap berhati-hati dan mencermati pergerakan pasar, terutama menjelang rilis data ekonomi domestik yang dapat memberikan dampak signifikan terhadap pergerakan IHSG.
Untuk informasi lebih lanjut terkait pasar modal dan pergerakan saham, kunjungi JurnalLugas.com.






