VinFast Investasi PLTS dan PLTB Bangun Pabrik Mobil Listrik di Subang

JurnalLugas.Com – Perusahaan otomotif asal Vietnam, VinFast, telah menyampaikan minatnya untuk berinvestasi di sektor energi baru dan terbarukan (EBT) di Indonesia.

Dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto, VinFast mengungkapkan rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Nusa Tenggara Barat (NTB) serta Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di Sulawesi.

Bacaan Lainnya

VinFast Fokus pada Investasi Energi Terbarukan

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, mengonfirmasi bahwa VinFast tengah menjajaki potensi pembangunan pembangkit listrik tenaga angin di Sulawesi dan tenaga surya di NTB.

“Mereka juga akan berinvestasi di EBT, baik tenaga surya maupun tenaga angin. Untuk angin mereka tertarik dengan Sulawesi, sementara untuk tenaga surya di NTB. Saat ini masih dalam tahap penjajakan,” kata Rosan pada Selasa, 11 Maret 2025.

Kehadiran investasi ini diharapkan dapat mempercepat transisi energi bersih di Indonesia, sejalan dengan komitmen pemerintah dalam meningkatkan penggunaan energi hijau dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Pabrik Mobil Listrik VinFast di Subang, Produksi Dimulai 2026

Selain investasi di sektor energi terbarukan, VinFast juga berencana membangun pabrik mobil listrik di Subang, Jawa Barat. Rosan menyebutkan bahwa VinFast telah mengakuisisi lahan seluas 120 hektare di Subang untuk pembangunan pabrik tersebut.

Pabrik ini ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2026, dengan kapasitas produksi mencapai 50.000 unit mobil per tahun. Investasi yang digelontorkan untuk proyek ini diperkirakan mencapai Rp4 triliun.

“Pabrik ini akan memproduksi berbagai jenis mobil VinFast dengan harga jual berkisar Rp200 juta hingga Rp600 juta. Mobil-mobil ini tidak hanya dipasarkan di Indonesia tetapi juga diekspor ke luar negeri,” ujar Rosan.

100.000 SPKLU untuk Infrastruktur Kendaraan Listrik

Sebagai bagian dari komitmennya dalam mendukung ekosistem kendaraan listrik (EV), VinFast juga berencana membangun 100.000 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di berbagai wilayah Indonesia, terutama di Pulau Jawa.

Investasi ini diharapkan dapat mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia, meningkatkan aksesibilitas bagi pengguna EV, serta mendukung program pemerintah dalam mengurangi emisi karbon di sektor transportasi.

Dukungan Pemerintah terhadap Investasi VinFast

Pemerintah Indonesia menyambut baik rencana investasi VinFast dan berkomitmen untuk memberikan dukungan agar proyek ini berjalan lancar.

“Kami ingin mendorong percepatan pembangunan. Jika ada hambatan, pemerintah siap untuk menyelesaikannya,” tegas Rosan.

Langkah strategis ini sejalan dengan visi Indonesia untuk menjadi pusat produksi kendaraan listrik di Asia Tenggara dan meningkatkan kontribusi energi terbarukan dalam bauran energi nasional.

Untuk informasi lebih lanjut tentang investasi dan perkembangan industri otomotif, kunjungi JurnalLugas.com.

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  OJK Ingatkan Anak Muda Tak FOMO Investasi Kripto Waspadai Risiko dan Data Bocor

Pos terkait