JurnalLugas.Com – Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan Rabu, 12 Maret 2025. Rupiah turun 34 poin atau 0,21% ke level Rp16.443 per dolar AS, dibandingkan dengan posisi sebelumnya di Rp16.409 per dolar AS.
Faktor Penyebab Pelemahan Rupiah
Pelemahan mata uang Garuda ini dipengaruhi oleh beberapa faktor eksternal dan domestik, di antaranya:
- Kebijakan Moneter AS
Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) masih mempertahankan suku bunga tinggi untuk menekan inflasi. Hal ini membuat investor lebih memilih aset berbasis dolar AS, yang mengakibatkan tekanan terhadap nilai tukar rupiah. - Ketidakpastian Ekonomi Global
Ketegangan geopolitik dan perang dagang antara negara-negara besar, seperti Amerika Serikat dan China, turut berkontribusi terhadap volatilitas pasar keuangan. Sentimen ini memicu arus modal keluar dari negara berkembang, termasuk Indonesia. - Penurunan Cadangan Devisa
Bank Indonesia (BI) mencatat penurunan cadangan devisa akibat pembayaran utang luar negeri dan intervensi dalam menjaga stabilitas rupiah. Hal ini semakin membebani performa mata uang domestik.
Analis memperkirakan rupiah akan tetap bergerak dalam rentang Rp16.390 hingga Rp16.460 per dolar AS dalam perdagangan hari ini. Jika tekanan eksternal masih kuat, bukan tidak mungkin rupiah akan terus melemah dalam beberapa waktu ke depan.
Meskipun demikian, Bank Indonesia diperkirakan akan tetap melakukan intervensi di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan mengendalikan inflasi domestik.
Untuk berita ekonomi dan keuangan terbaru, kunjungi JurnalLugas.com.





