JurnalLugas.Com – PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO), bagian dari Grup Tanobel, mengumumkan rencana penjualan saham hasil buyback atau saham treasuri. CLEO, yang mayoritas dimiliki oleh PT Tancorp Global Abadi, akan mengalihkan sebanyak 40 juta saham treasuri setara dengan 0,33 persen dari total saham kepada pengendali perusahaan.
Mekanisme dan Tujuan Pengalihan Saham
Corporate Secretary CLEO, Lukas Setio Wongso, menyatakan bahwa proses pengalihan saham akan dilakukan di luar Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui mekanisme pasar negosiasi. Saham-saham ini akan dialihkan kepada PT Tancorp Global Abadi, perusahaan yang berkedudukan di Kabupaten Sidoarjo.
Saat ini, Tancorp Global Abadi merupakan pemegang saham utama dan pengendali CLEO dengan kepemilikan sebesar 55,79 persen. Setelah transaksi ini selesai, kepemilikan Tancorp di CLEO akan meningkat menjadi 56,12 persen.
Jadwal dan Ketentuan Harga Penjualan Saham
Penjualan saham treasuri akan dilakukan secara bertahap mulai 21 Maret 2025 hingga seluruh saham terjual. Harga penjualan saham akan mengikuti ketentuan yang diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 29/2023.
Berdasarkan aturan tersebut, harga saham treasuri tidak boleh lebih rendah dari harga penutupan perdagangan satu hari sebelum transaksi. Selain itu, harga juga tidak boleh lebih rendah dari rata-rata harga penutupan perdagangan selama 90 hari terakhir dengan diskon maksimal 7,5 persen.
Kondisi Saham CLEO di Pasar
Hingga siang ini, harga saham CLEO tercatat turun 3,5 persen ke level Rp1.105 per lembar saham. Meskipun mengalami penurunan, kapitalisasi pasar CLEO sebagai produsen air minum dalam kemasan (AMDK) merek Cleo masih mencapai Rp13,26 triliun.
Keputusan CLEO dalam menjual saham treasuri ini menjadi strategi perusahaan dalam memperkuat kepemilikan pemegang saham utama serta meningkatkan stabilitas bisnis di masa mendatang.
Baca berita selengkapnya di JurnalLugas.com.






