Jazilul Fawaid Sentil Isu Matahari Kembar Menteri Halalbihalal ke Jokowi Itu Wajar!

JurnalLugas.Com – Anggota Komisi III DPR RI, Jazilul Fawaid, mengimbau publik untuk tidak mempolitisasi momen silaturahmi para menteri Kabinet Prabowo Subianto dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), yang terjadi usai Hari Raya Idul Fitri 2025.

“Sudahlah, jangan terlalu dipolitisir. Masyarakat kita sudah cerdas dan bisa menilai mana yang tulus datang bersilaturahmi dan mana yang bermuatan politik. Tidak semua peristiwa harus diartikan sebagai manuver politik,” ujar Jazilul pada Senin, 14 April 2025.

Bacaan Lainnya

Seruan untuk Berpikir Positif di Era Media Sosial

Jazilul juga mengajak masyarakat untuk memandang pertemuan tersebut dari sisi positif, terlebih di era digital saat ini yang penuh dengan interpretasi dan spekulasi di media sosial.

Baca Juga  Bermalam di IKN Jokowi Akui Tidur Enggak Nyenyak ini Alasannya

“Media sosial sekarang luar biasa cepat menyebarkan informasi. Karena itu, mari kita ambil hikmah positifnya saja. Masa iya menteri dilarang halalbihalal? Semua warga negara, termasuk menteri, sah-sah saja untuk bersilaturahmi,” lanjutnya.

Menepis Isu ‘Matahari Kembar’ dalam Pemerintahan

Menanggapi isu adanya ‘matahari kembar’ dalam kepemimpinan nasional merujuk pada pengaruh Jokowi yang dinilai masih kuat pasca menjabat sebagai presiden Jazilul menegaskan bahwa hal tersebut tidak mungkin terjadi menurut hukum dasar negara.

“Konstitusi kita tidak memberi ruang untuk adanya dua pusat kekuasaan. Tidak ada istilah matahari kembar. Pemerintahan kita tetap satu komando, yakni presiden dan wakil presiden. Kalau pun ada pengaruh, itu tetap dalam koridor konstitusi,” tegasnya.

Silaturahmi Para Menteri ke Jokowi di Solo

Seperti diketahui, sejumlah menteri Kabinet Prabowo Subianto menyambangi kediaman Jokowi di Solo dalam rangka Idul Fitri 2025. Nama-nama seperti Bahlil Lahadalia (Menteri ESDM), Zulkifli Hasan (Menko Pangan), hingga Sri Mulyani (Menteri Keuangan) turut hadir.

Baca Juga  RPJPN 2025-2045 Landasan Pembangunan Indonesia Menuju Cita-Cita Emas

Tak hanya itu, tokoh-tokoh penting lain seperti Luhut Binsar Pandjaitan, Budi Arie (Menteri Koperasi), Wihaji (Menteri Kependudukan), Pratikno, Bima Arya, hingga Budi Gunadi Sadikin (Menteri Kesehatan) juga tampak menghadiri silaturahmi tersebut.

Silaturahmi di momen Lebaran merupakan tradisi luhur yang seharusnya dijaga maknanya. Sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai kekeluargaan, sudah sewajarnya kita tidak cepat mengambil kesimpulan negatif terhadap setiap pertemuan tokoh negara.

Untuk berita dan opini menarik lainnya, kunjungi JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait