Matahari Kembar Mencuat Ganjar Presiden Harus Kendalikan Situasi

JurnalLugas.Com – Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Pemerintahan dan Otonomi Daerah, Ganjar Pranowo, merespons santai isu “matahari kembar” yang mencuat setelah pertemuan antara sejumlah pejabat Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Polri dan dua menteri kabinet Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, pekan lalu.

Ganjar menilai, pertemuan tersebut sebatas ajang silaturahmi yang lumrah dilakukan, terutama dalam suasana Hari Raya Idulfitri. Ia juga menyebut bahwa jika dalam pertemuan tersebut muncul candaan soal “bos”, hal itu tidak perlu dibesar-besarkan.

Bacaan Lainnya

“Kalau ada yang menyebut ‘bos’, saya rasa itu hanya kelakar biasa, apalagi yang berbicara adalah seorang pengusaha yang memang sudah terbiasa bergurau seperti itu,” kata Ganjar saat ditemui pada Sabtu, 26 April 2025.

Namun, di tengah kelakar tersebut, Ganjar tetap mengingatkan pentingnya menjaga arah kepemimpinan bangsa. Ia menegaskan bahwa dalam pemerintahan yang demokratis, tidak boleh muncul dua pusat kekuasaan.

Baca Juga  PDIP Ora Minat Usung Anies Baswedan di Pilkada Jakarta Djarot Stok Kami Banyak

“Dalam kepemimpinan, tidak boleh ada matahari kembar. Segala bentuk dugaan soal itu harus segera ditangani. Presiden harus mampu mengendalikan situasi jika ada indikasi seperti itu,” tegas mantan Gubernur Jawa Tengah tersebut.

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada “Matahari Kembar”

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi juga telah membantah keras adanya indikasi “matahari kembar” dalam pertemuan tersebut. Prasetyo, yang juga bertindak sebagai Juru Bicara Presiden, menekankan bahwa kunjungan ke kediaman Jokowi di Solo pada Kamis (17/4) murni bertujuan untuk silaturahmi, bukan bermuatan politik.

“Oh, enggak ada itu. Sama sekali tidak ada,” jawab Prasetyo kepada awak media di lingkungan Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin lalu.

Dalam pertemuan itu, hadir sejumlah peserta dari Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Serdik Sespimmen) Polri Pendidikan Reguler (Dikreg) Ke-65. Salah satu yang hadir adalah Komisaris Besar Polisi Denny, yang merupakan Patun Pokjar II Serdik Sespimmen Dikreg Ke-65.

Baca Juga  Negara Panik? Protes Rakyat Pakai Bendera One Piece Jadi Sorotan Jelang HUT ke-80 RI

Tak hanya itu, dua menteri aktif dalam Kabinet Indonesia Maju, yaitu Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono serta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, juga sempat bertemu Jokowi di Solo pada Jumat (11/4).

Prasetyo menegaskan bahwa kunjungan itu bersifat wajar dalam konteks Idulfitri, dan tidak mengandung agenda tersembunyi.

“Silaturahmi dalam suasana Lebaran adalah hal yang sangat biasa, apalagi di kalangan pejabat negara,” imbuhnya.

Dengan klarifikasi dari berbagai pihak, harapan besar pun tertuju kepada stabilitas politik nasional agar tetap terjaga, dan semua pihak berkomitmen mendukung satu arah kepemimpinan di bawah Presiden Prabowo Subianto.

Untuk informasi berita terkini lainnya, kunjungi JurnalLugas.com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait