JurnalLugas.Com — Pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terus mendorong upaya pemerataan pendidikan berkualitas di seluruh penjuru Tanah Air. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri, Tomsi Tohir, mengajak pemerintah daerah (pemda) untuk segera mengusulkan lokasi potensial bagi pembangunan Sekolah Unggul Garuda, sebagai bagian dari strategi pengembangan pendidikan unggul berbasis sains dan teknologi di Indonesia.
Ajakan tersebut disampaikan dalam acara Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang juga dirangkai dengan sosialisasi penyelenggaraan Sekolah Unggul Garuda, bertempat di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta.
“Teman-teman kepala daerah bisa segera memerintahkan dinasnya untuk mendaftar dan nantinya akan diseleksi tempat-tempat dan kelayakannya,” ungkap Tomsi dalam kesempatan itu.
Lebih lanjut, ia berharap pemda merespons positif peluang ini sebagai upaya membawa perubahan nyata dalam sektor pendidikan di daerah masing-masing.
“Kita berharap seluruh kepala daerah dapat mendaftarkan lokasi lahannya [yang bisa dibangun],” tambahnya.
Apa Itu Sekolah Unggul Garuda?
Sekolah Unggul Garuda merupakan inisiatif pendidikan pra-universitas yang dikelola langsung oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Program ini lahir berdasarkan amanat Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2025, yang berfokus pada percepatan pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan, termasuk pengembangan sekolah menengah atas unggulan dan digitalisasi pembelajaran.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, menegaskan bahwa Sekolah Unggul Garuda hadir dalam dua bentuk:
- SMA Unggul Garuda Baru, yaitu sekolah yang dibangun dari nol.
- SMA Unggul Garuda Transformasi, yakni pengembangan dari SMA yang telah ada.
“Saya fokuskan hari ini kita khusus memfokuskan kepada Sekolah Unggul Garuda Baru,” jelas Stella.
Target Pembangunan dan Wilayah Prioritas
Dalam periode lima tahun ke depan, pemerintah menargetkan pembangunan 20 Sekolah Unggul Garuda Baru. Untuk tahun 2025 ini, empat sekolah akan dibangun di wilayah prioritas, yaitu:
- Nusa Tenggara Timur (NTT)
- Kepulauan Bangka Belitung (Babel)
- Papua Tengah
- Satu lokasi tambahan masih dalam proses seleksi
“Jadi silakan Bapak-Ibu (kepala daerah) sekalian mengajukan lokasinya,” tambah Stella.
Konsep Berasrama dan Pendampingan Perguruan Tinggi
Sekolah Unggul Garuda dirancang sebagai sekolah berasrama nasional, menerima siswa terbaik dari berbagai daerah. Salah satu keunggulan utama program ini adalah pendampingan langsung dari perguruan tinggi setempat. Para dosen akan berperan aktif dalam memberi bimbingan akademik guna meningkatkan potensi siswa agar siap bersaing di tingkat universitas, baik di dalam negeri maupun internasional.
“Penyelenggaraan Sekolah Garuda ini langsung akan ditinjau oleh perguruan tinggi sekitar. Misalnya, dosen-dosen dari kampus tersebut akan memberikan bimbingan langsung kepada siswa-siswinya,” terang Stella.
Saat ini, lokasi di Babel dan NTT telah ditetapkan, sementara Papua Tengah masih dalam tahap survei dan kajian kelayakan.
Kesempatan Emas Bagi Daerah
Dengan adanya peluang pembangunan Sekolah Unggul Garuda, pemda di seluruh Indonesia didorong untuk aktif berpartisipasi. Selain mendukung transformasi pendidikan nasional, program ini juga membuka jalan bagi daerah untuk melahirkan generasi unggul dan berdaya saing global.
Untuk informasi dan berita pendidikan nasional lainnya, kunjungi JurnalLugas.Com






