JurnalLugas.Com – Membeli mobil bekas bukan perkara mudah. Bukan hanya soal merek, tahun produksi, atau harga. Ada satu aspek yang kerap luput dari perhatian calon pembeli: kondisi sasis dan rangka mobil. Padahal, bagian inilah yang menjadi “tulang punggung” kendaraan. Salah pilih, bersiaplah menanggung risiko jangka panjang.
Berikut panduan memilih mobil bekas dengan fokus utama pada sasis dan rangka, agar Anda tak terjebak tampilan mulus yang menipu.
1. Cek Riwayat Kendaraan: Jangan Percaya Kata Penjual Saja
Langkah pertama sebelum inspeksi fisik adalah menelusuri riwayat kendaraan. Gunakan layanan cek nomor rangka dan nomor mesin melalui Samsat atau aplikasi pihak ketiga yang terpercaya. Perhatikan apakah mobil pernah terlibat kecelakaan besar atau banjir, karena dua hal ini sering meninggalkan bekas kerusakan pada rangka.
Catatan penting: mobil bekas tabrakan besar umumnya mengalami penyok parah pada sasis, meski telah diperbaiki dengan baik.
2. Inspeksi Fisik: Waspadai Tanda-Tanda Perbaikan Berat
Gunakan senter dan perhatikan bagian bawah mobil, terutama sambungan rangka dan sasis. Jika terlihat ada bekas las, cat yang berbeda warna, atau bekas dempul, kemungkinan besar mobil pernah diperbaiki akibat kecelakaan atau kerusakan serius.
Perhatikan pula apakah jarak antar panel bodi tidak sejajar. Ini bisa jadi indikasi bahwa struktur rangka telah berubah dari kondisi asli pabrikan.
3. Tes Jalan: Dengarkan Suara dan Rasakan Stabilitas
Sasis yang bermasalah biasanya memberikan sinyal saat mobil berjalan. Dengarkan suara saat melintasi jalan berlubang atau polisi tidur. Jika terdengar bunyi “gluduk-gluduk”, bisa jadi itu berasal dari rangka yang tidak stabil.
Rasakan pula saat menikung. Mobil dengan rangka yang tidak lurus akan terasa limbung, seolah tidak stabil di kecepatan sedang hingga tinggi.
4. Gunakan Jasa Inspektor Profesional
Jika Anda ragu, gunakan layanan inspeksi mobil bekas profesional. Mereka memiliki alat dan keahlian untuk mendeteksi kerusakan yang tak terlihat mata. Biayanya memang ada, tapi jauh lebih murah daripada risiko membeli mobil dengan sasis rusak.
5. Jangan Tergiur Harga Murah
Ingat pepatah lama: ada harga, ada rupa. Mobil bekas dengan harga jauh di bawah pasaran patut dicurigai. Bisa jadi, itu adalah mobil hasil tabrakan berat yang hanya dipoles agar tampak menarik. Lebih baik membeli mobil dengan harga wajar namun kondisi prima.
Mobil bekas bisa jadi solusi cerdas untuk kebutuhan transportasi, asal Anda tahu cara memilihnya. Jangan hanya terpikat cat kinclong dan interior wangi. Pastikan Anda memeriksa sasis dan rangka secara menyeluruh karena di sanalah keselamatan dan kenyamanan Anda bertumpu.
Untuk tips otomotif lainnya, kunjungi JurnalLugas.Com.






