Andy Budiman Hormati Jokowi Jangan Tuduh Ada Matahari Kembar

JurnalLugas.Com — Wakil Ketua Umum DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Andy Budiman, menegaskan bahwa pertemuan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dalam suasana Idulfitri merupakan hal yang wajar dan sah secara etika maupun politik.

Menurut Andy, tradisi untuk memberikan penghormatan kepada mantan pemimpin negara adalah bagian penting dari budaya demokrasi yang sehat. Ia menilai, kehadiran para pejabat negara menemui Jokowi bukan sebagai langkah politis yang menciptakan dualisme kekuasaan, melainkan bentuk penghargaan terhadap seorang tokoh bangsa yang telah berjasa.

Bacaan Lainnya

“Jika ada menteri atau pejabat lain menemui Pak Jokowi itu adalah bentuk penghormatan. Dalam tradisi demokrasi, menghormati mantan presiden adalah bagian dari budaya politik yang sehat. Pak Jokowi adalah sosok yang telah memimpin sebagai presiden dua periode dan tetap menjadi tokoh nasional yang dihormati, baik secara personal maupun politik,” ujar Andy Budiman pada Jumat (18/4/2025).

Menepis Isu Matahari Kembar

Dalam beberapa hari terakhir, wacana tentang “matahari kembar” kembali mencuat seiring dengan kunjungan sejumlah menteri ke kediaman Jokowi. Namun, Andy menyebut bahwa kunjungan tersebut dilakukan dalam kapasitas personal dan tidak mencerminkan manuver politik tertentu.

“Kunjungan-kunjungan tersebut dilakukan dalam kapasitas informal, bukan dalam kapasitas sebagai pejabat negara. Tidak ada pelanggaran hukum, protokol, atau etika dalam konteks pertemuan-pertemuan tersebut,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk tidak terjebak pada narasi perpecahan yang justru mengganggu stabilitas nasional. Menurutnya, praktik politik devide et impera sudah seharusnya ditinggalkan.

Tegakkan Persatuan, Jangan Sekadar Slogan

Lebih lanjut, PSI menyayangkan jika ada pihak-pihak yang kerap menggaungkan persatuan, namun dalam praktiknya justru mendorong polarisasi politik.

“Jangan menjalankan politik pecah belah. Persatuan dan nasionalisme jangan sekadar menjadi jargon ideologi, harus dipraktikkan secara nyata dan konsisten,” kata Andy.

Ia juga menegaskan kembali bahwa Jokowi saat ini bukanlah bagian dari kelompok oposisi, melainkan pendukung penuh pemerintahan yang sedang berjalan.

“Negeri ini lebih memerlukan kerja sama, bukan politik pecah belah. Mohon diingat bahwa Pak Jokowi mendukung penuh pemerintahan saat ini bukan bagian dari oposisi atau kelompok di luar pemerintahan,” pungkasnya.

PSI mengajak masyarakat dan elite politik untuk menjaga etika, menjunjung nilai demokrasi, dan tidak mengorbankan semangat kebersamaan demi kepentingan jangka pendek.


📌 Baca berita aktual dan mendalam lainnya hanya di JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Ahmad Muzani MPR RI Telah Sampaikan Undangan Resmi Pelantikan Prabowo 20 Oktober kepada Jokowi

Pos terkait