JurnalLugas.Com – Upaya pemerintah memperkuat sektor pertanian nasional terus menjadi perhatian utama di tengah tantangan pangan global. Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengungkapkan sejumlah pembahasan strategis saat bertemu Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Solo, Jawa Tengah, Sabtu 9 Mei 2026.
Pertemuan tersebut membahas perkembangan terbaru dunia pertanian nasional, mulai dari produksi pangan, distribusi pupuk, hingga keberlanjutan program swasembada yang saat ini menjadi fokus pemerintah.
Sudaryono mengatakan sektor pertanian Indonesia mulai menunjukkan tren positif setelah berbagai kebijakan penguatan petani dijalankan secara bertahap. Menurutnya, pemerintah ingin memastikan petani memperoleh keuntungan yang lebih layak agar produksi pangan nasional terus meningkat.
“Kami melaporkan perkembangan pertanian nasional dan berbagai capaian yang mulai dirasakan petani di lapangan,” kata Sudaryono di Solo.
Ia menyebut salah satu indikator keberhasilan pemerintah terlihat dari menurunnya ketergantungan impor beras. Kondisi itu dinilai menjadi sinyal bahwa produksi pangan dalam negeri semakin membaik dan mampu menopang kebutuhan masyarakat.
Selain menjaga stok pangan, pemerintah juga disebut berupaya meningkatkan kesejahteraan petani melalui kebijakan harga gabah. Penetapan harga gabah Rp6.500 per kilogram diyakini mampu menjaga stabilitas pendapatan petani saat musim panen berlangsung.
Di sisi lain, distribusi pupuk bersubsidi kini diklaim lebih terkendali. Pemerintah memberikan dukungan berupa ketersediaan pupuk dengan harga yang lebih terjangkau agar biaya produksi pertanian tidak membebani petani kecil.
Sudaryono menilai keberhasilan pertanian tidak hanya bergantung pada produksi, tetapi juga dukungan infrastruktur seperti pengairan dan irigasi. Menurutnya, ketersediaan air menjadi faktor penting untuk menjaga produktivitas sawah di berbagai daerah.
“Petani harus terus didukung, baik dari sisi pupuk, pengairan, maupun jaminan harga hasil panen,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Sudaryono juga menegaskan pentingnya kesinambungan program pembangunan nasional. Ia menyebut pengalaman pemerintahan sebelumnya tetap menjadi bagian penting dalam menjaga arah pembangunan sektor pangan Indonesia.
Ketahanan pangan, kata dia, kini bukan sekadar isu ekonomi, melainkan menyangkut stabilitas nasional dan kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang. Pemerintah optimistis penguatan sektor pertanian dapat menjadi fondasi utama menghadapi ancaman krisis pangan dunia beberapa tahun mendatang.
Kunjungi berita nasional terbaru lainnya di JurnalLugas.Com
(Catur)






