Harga Emas Dunia Tertekan Antam Terguling Awas Profit Taking Membayangi

JurnalLugas.Com – Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau yang lebih dikenal dengan Antam kembali mengalami tekanan pada perdagangan Kamis, 24 April 2025. Penurunan ini sejalan dengan tren pelemahan harga emas dunia yang sedang dihantam aksi jual investor.

Per hari ini, harga emas Antam dibanderol Rp 1.969.000 per gram, terkoreksi Rp 22.000 dari posisi sebelumnya. Tak hanya harga jual, nilai buyback atau harga pembelian kembali juga turut melemah ke Rp 1.818.000 per gram, sama-sama turun Rp 22.000.

Bacaan Lainnya

Tekanan ini tak bisa dilepaskan dari pergerakan harga emas global. Di pasar spot internasional, harga emas ditutup pada level US$ 3.316,3 per troy ons pada Rabu malam waktu AS, atau turun 0,6% dibanding hari sebelumnya. Ini menandai penurunan selama dua hari berturut-turut, dengan total koreksi mencapai 3,44%.

Baca Juga  Kemarin Harga Emas Dunia Melonjak 1,55 persen Hari ini Turun Tipis Investor Mikir Data Inflasi AS Kazakhstan Turki China Borong Emas

Profit Taking Jadi Biang Kerok

Para pelaku pasar tampaknya mulai melakukan aksi ambil untung (profit taking) setelah emas mencatat reli yang luar biasa sepanjang tahun ini. Bayangkan saja, dalam sebulan terakhir, harga emas global telah melonjak 11,22%. Bahkan, jika ditarik dari awal tahun (year-to-date), kenaikannya tembus 28,03%.

Kondisi ini memicu kekhawatiran bahwa harga emas mulai berada di zona jenuh beli (overbought). Ketika harga sudah terlalu tinggi, investor cenderung memilih merealisasikan keuntungan mereka. Tak ayal, tekanan jual mulai membayangi pergerakan harga emas, baik di pasar internasional maupun domestik.

Waspadai Risiko Koreksi Lanjutan

Baca Juga  Trump Pecat Jaksa Agung Pam Bondi Secara Mendadak, Skandal Epstein dan Tekanan Politik

Meski prospek jangka panjang emas masih menjanjikan sebagai aset lindung nilai (safe haven), volatilitas jangka pendek tetap perlu diwaspadai. Apalagi, sentimen global seperti suku bunga, geopolitik, hingga data ekonomi Amerika Serikat masih akan mempengaruhi arah harga logam mulia ini.

Investor disarankan untuk mencermati setiap pergerakan dan tidak gegabah dalam mengambil keputusan. Kenaikan harga yang tinggi tentu menggiurkan, tapi aksi jual mendadak bisa menggerus nilai portofolio jika tak dikelola dengan cermat.

Untuk berita lengkap dan analisis tajam lainnya, kunjungi JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait