JurnalLugas.Com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat tipis di awal perdagangan Kamis 24 April 2025, pagi. Berdasarkan data pasar spot di Jakarta, mata uang Garuda naik sebesar 6 poin atau setara 0,04 persen menjadi Rp16.866 per dolar AS. Sebelumnya, rupiah diperdagangkan pada level Rp16.872 per dolar.
Penguatan tipis ini terjadi di tengah masih tingginya kekhawatiran global, termasuk arah kebijakan suku bunga The Fed serta ketegangan geopolitik yang belum mereda. Investor cenderung berhati-hati dalam mengambil posisi, sambil menantikan rilis data ekonomi terbaru dari Amerika Serikat maupun Tiongkok.
Menurut analis, stabilnya harga komoditas ekspor unggulan Indonesia turut memberikan dukungan terhadap pergerakan rupiah. Namun demikian, tekanan eksternal tetap menjadi tantangan utama yang menahan laju penguatan lebih lanjut.
“Rupiah memang menguat, tapi penguatannya terbatas karena pasar masih waspada. Pergerakan berikutnya sangat bergantung pada perkembangan global dan sinyal dari bank sentral utama,” ujar seorang ekonom dari institusi riset pasar di Jakarta.
Pelaku pasar saat ini juga menyoroti potensi intervensi dari Bank Indonesia (BI) yang konsisten menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global yang berlarut.
Dengan dinamika yang terus berubah, para pengamat menyarankan agar pelaku usaha dan investor terus memantau kondisi pasar secara seksama, sembari bersiap terhadap kemungkinan volatilitas lanjutan.
Untuk informasi berita ekonomi dan keuangan terkini lainnya, kunjungi JurnalLugas.com.






