Daftar 10 Saham Top Losers 26–28 Mei 2025 CSMI Anjlok 22%

JurnalLugas.Com — Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat adanya tekanan signifikan terhadap sejumlah saham selama periode perdagangan singkat yang berlangsung sejak 26 hingga 28 Mei 2025. Sepuluh emiten mengalami penurunan harga saham paling tajam, mencerminkan sentimen pasar yang kurang bergairah seiring koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 0,53 persen.

Koreksi ini terjadi hanya dalam tiga hari perdagangan akibat libur panjang, namun cukup untuk menggoyang sejumlah sektor. Deretan saham dari berbagai bidang—mulai dari makanan cepat saji, konstruksi, hingga keuangan—masuk dalam daftar “top losers” pekan ini.

Bacaan Lainnya

Peringkat teratas dihuni oleh PT Cipta Selera Murni Tbk (CSMI) yang anjlok hingga 22,39 persen. Saham emiten ini jatuh dari harga Rp2.680 menjadi Rp2.080 per lembar, menjadikannya saham dengan kinerja terburuk selama pekan tersebut.

Baca Juga  Bullish vs Bearish Memahami Arah Pasar Saham dan Strategi Bertahan

Menyusul di posisi kedua, PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM) mencatat penurunan sebesar 18,46 persen, dari Rp1.300 menjadi Rp1.060 per saham.

Berikut daftar lengkap 10 saham dengan penurunan terdalam selama perdagangan 26–28 Mei 2025:

  1. PT Cipta Selera Murni Tbk (CSMI) – Turun 22,39% ke Rp2.080
  2. PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM) – Menyusut 18,46% ke Rp1.060
  3. PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) – Melemah 13,71% ke Rp302
  4. PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) – Tergelincir 13,29% ke Rp685
  5. PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) – Tertekan 12,90% ke Rp54
  6. PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP) – Terkoreksi 12,81% ke Rp1.770
  7. PT Dunia Virtual Online Tbk (AREA) – Melemah 12,28% ke Rp500
  8. PT MegaPower Makmur Tbk (MPOW) – Tergelincir 11,81% ke Rp127
  9. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) – Menurun 11,61% ke Rp9.325
  10. PT Lippo General Insurance Tbk (LPGI) – Melemah 11,56% ke Rp482
Baca Juga  PT Chandra Daya Internusa Abadi (CDIA) Anak Usaha Prajogo Pangestu Tawarkan 12,48 Miliar Saham IPO

Kondisi ini mencerminkan kewaspadaan investor terhadap volatilitas pasar menjelang bulan Juni, sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya manajemen risiko dalam berinvestasi di pasar saham.

Untuk update terkini dan analisis pasar modal lainnya, kunjungi JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait