JurnalLugas.Com – Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi mobil hibrida plug-in atau Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) telah mengalami peningkatan signifikan, terutama dalam hal efisiensi dan jangkauan tempuh. Namun, Lynk & Co, merek otomotif milik grup Geely asal China, tampil menonjol dengan peluncuran model 08 yang menawarkan jarak tempuh hingga 200 kilometer dalam mode listrik murni. Angka ini tercatat sebagai salah satu yang tertinggi di kelasnya.
Peluncuran model 08 di Eropa pada Kamis, 29 Mei 2025, menandai langkah ambisius Lynk & Co untuk kembali merebut pasar otomotif benua biru. Menariknya, jarak tempuh 200 km tersebut didasarkan pada standar pengujian WLTP (Worldwide Harmonised Light Vehicle Test Procedure) yang lebih ketat dan realistis dibanding standar CLTC yang umum digunakan di China.
Menjembatani ICE dan EV
Strategi Lynk & Co cukup jelas: mereka menyasar konsumen Eropa yang ingin merasakan pengalaman berkendara mobil listrik tanpa harus sepenuhnya meninggalkan mesin pembakaran internal (ICE). Dengan menggabungkan motor listrik bertenaga 211 PS (155 kW) dan mesin bensin 1,5 liter berkekuatan 137 PS, model ini menghadirkan efisiensi tinggi tanpa mengorbankan fleksibilitas.
Paket baterai berkapasitas 39,6 kWh menjadi senjata utama yang memungkinkan jangkauan impresif tersebut. Tak hanya itu, pengisian daya cepat DC memungkinkan pengisian dari 10% hingga 80% hanya dalam 33 menit — fitur penting bagi mobilitas perkotaan modern.
Jawaban atas Penurunan Penjualan
Peluncuran model 08 menjadi upaya strategis Lynk & Co untuk membalikkan tren penurunan penjualan. Hingga April 2025, penjualan mobil listrik mereka anjlok hingga 33%, menurut data dari Data Force yang dilansir oleh Auto News. Di sisi lain, SUV berukuran sedang menunjukkan pertumbuhan signifikan di pasar Eropa — celah yang ingin dimanfaatkan Lynk & Co.
Model 08 juga menjadi simbol transformasi desain merek, berada di atas model 01 dan 02, serta membawa bahasa desain baru yang pertama kali diperkenalkan di pasar China.
Bebas Tarif Uni Eropa
Sebagai kendaraan PHEV yang diproduksi di China, model 08 terbebas dari tarif tinggi yang diberlakukan oleh Uni Eropa terhadap kendaraan listrik murni (BEV) asal China. Hal ini memberikan keuntungan kompetitif tersendiri dalam menyasar konsumen Eropa yang makin sadar lingkungan namun masih mempertimbangkan faktor biaya dan fleksibilitas penggunaan.
Penjualan resmi Lynk & Co 08 akan dimulai di Eropa pada Juli 2025, dengan harapan mampu menggairahkan kembali pasar dan menempatkan merek ini di jalur pertumbuhan positif.
Untuk informasi terkini lainnya, kunjungi JurnalLugas.Com.






