JurnalLugas.Com — PT Sentra Surya Ekajaya (PT SSE), perusahaan swasta nasional di bidang manufaktur kendaraan lapis baja, menegaskan eksistensinya sebagai pelaku utama industri pertahanan dalam negeri lewat keikutsertaannya di ajang Indodefence 2025 yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Salah satu sorotan utama dari kehadiran PT SSE adalah penandatanganan kerja sama strategis dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mengoptimalkan performa kendaraan tank ringan. Kolaborasi ini merupakan tindak lanjut konkret dari Nota Kesepahaman yang ditandatangani pada Temu Bisnis Industri Strategis tanggal 21 April 2024 lalu.
“Kami ingin membuktikan bahwa industri pertahanan nasional mampu bersaing dalam menjawab tantangan militer modern—bukan hanya dari segi fungsi, tapi juga efisiensi dan inovasi teknologi,” ujar Direktur PT SSE, Eka Suryajaya, Jumat (13/6/2025).
Kerja Sama Global: Texelis, KNDS hingga MBDA
Tak hanya dengan BRIN, PT SSE juga membuka kemitraan internasional. Perusahaan ini menggandeng Texelis dari Prancis dalam pengembangan platform 6×6 Celeris untuk P2 TIGER, serta menjalin sinergi dengan KNDS terkait solusi anti-drone mutakhir.
Kerja sama lainnya dilakukan bersama MBDA dalam integrasi sistem rudal Atlas Mistral, serta perusahaan Bima Bissaloy asal Australia yang berfokus pada pengembangan armor STANAG Level 3 dan 4.
Unjuk Kekuatan Kendaraan Taktis Multiperan
Dalam pameran pertahanan terbesar di Indonesia ini, PT SSE turut memamerkan berbagai kendaraan taktis unggulan yang telah teruji di medan berat dan digunakan satuan elite TNI. Salah satunya adalah P6 ATAV (All Terrain Assault Vehicle)—kendaraan ringan serbu yang dilengkapi dengan Armor Ballistic STANAG 4569 Level 1, Remote Control Weapon Station, serta Gunshot Detection System.
Tak kalah menarik, PT SSE juga menampilkan P2 KM Recon, kendaraan intai berkemampuan tinggi yang bisa mengangkut hingga lima personel dan mendukung pemasangan berbagai sistem persenjataan sesuai kebutuhan misi.
Selain itu, kendaraan hasil kolaborasi dengan Texelis, yakni P2 TIGER APC, menjadi daya tarik tersendiri. Dengan desain bodi yang besar dan panjang, kendaraan ini tidak hanya bertenaga tetapi juga dilengkapi sistem yang memudahkan pengoperasian di berbagai medan.
Perkenalkan Konsep Tank Ringan Hibrida: P8 LIGHT TANK
Salah satu inovasi terbaru yang diungkap PT SSE adalah P8 LIGHT TANK, kendaraan konsep hasil kolaborasi dengan Pusat Kesenjataan Kavaleri (Pussenkav) TNI AD. Tank ringan ini dirancang berdasarkan masukan langsung dari para operator lapangan.
Mengusung teknologi Diesel to Electric Transmission (Hybrid System), P8 Light Tank dapat beroperasi dalam mode senyap tanpa suara mesin dalam jangka waktu tertentu, menjadikannya ideal untuk misi pengintaian dan infiltrasi.
Penggunaan Rubber Track juga menjadi keunggulan tersendiri karena tidak merusak permukaan jalan dan meminimalkan kebisingan.
“Tank ini mengusung konsep silent operation berkat penggerak hybrid. Ini adalah hasil riset dan masukan langsung dari pengguna di medan operasi,” tutup Eka.
Dengan berbagai terobosan tersebut, PT SSE menegaskan komitmennya dalam mendukung kemandirian industri pertahanan nasional, sekaligus membuka peluang kerja sama global demi memperkuat posisi strategis Indonesia di kawasan.
Sumber: JurnalLugas.Com






