Rudal Haj Qassem Iran Siap Hancurkan Israel Jangkauan 1.400 Km dan Ledakan Dahsyat

JurnalLugas.Com — Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak setelah Iran secara resmi memamerkan rudal balistik jarak menengah Haj Qassem, yang dirancang khusus untuk menghadapi ancaman dari Israel. Rudal ini bukan sekadar alat pertahanan, melainkan simbol kekuatan ofensif baru Teheran dalam menghadapi musuh bebuyutan di kawasan.

Dinamai dari Jenderal Qassem Soleimani yang tewas dalam serangan udara AS pada 2020, rudal Haj Qassem memiliki daya jangkau hingga 1.400 kilometer dengan kecepatan hipersonik dan tingkat akurasi tinggi. Namun yang paling mencolok adalah hulu ledak eksplosifnya yang dapat membawa muatan seberat 500 kg hingga 700 kg, cukup untuk menghancurkan pangkalan militer besar atau infrastruktur strategis di wilayah Israel.

Bacaan Lainnya

“Rudal ini dibuat bukan untuk pamer. Ini dibuat untuk membalas,” tegas Komandan Pasukan Dirgantara IRGC Brigjen Amir Ali Hajizadeh dalam siaran nasional Iran.

Baca Juga  Serangan Balasan IRGC Iran, 560 Tentara AS Tewas, Teheran Targetkan Pangkalan Militer

Kecanggihan Rudal Haj Qassem:

  • Jangkauan: 1.400 km
  • Kecepatan: Mach 12 (12 kali kecepatan suara)
  • Sistem Navigasi: INS berpadu teknologi pencitraan terminal
  • Kemampuan: Menghindari sistem anti-rudal Iron Dome dan Arrow-3 milik Israel
  • Daya Ledak: 500–700 kg high explosive fragmentation warhead
  • Peluncuran: Dari kendaraan mobilitas tinggi, cepat dan sulit terdeteksi

Target Serangan: Infrastruktur Militer Israel

Laporan intelijen regional menyebut bahwa rudal Haj Qassem telah masuk dalam daftar senjata aktif Iran yang disiapkan untuk menghancurkan target penting Israel, termasuk pangkalan udara, pusat kendali militer, hingga pelabuhan strategis di Haifa dan Tel Aviv.

Iran secara terbuka mengonfirmasi bahwa pengembangan rudal ini merupakan bagian dari strategi “perlawanan penuh” terhadap Israel, menyusul agresi militer yang terus dilakukan di Gaza dan wilayah pendudukan lainnya.

“Kami telah menentukan target, dan Haj Qassem adalah salah satu alat balasan kami jika Israel melampaui batas,” kata pejabat senior IRGC yang enggan disebutkan namanya.

Ancaman Nyata dan Efek Geopolitik

Dengan kecepatan dan kekuatan ledak sebesar itu, Haj Qassem dianggap mampu menembus sistem pertahanan canggih Israel dan menyebabkan kerusakan parah dalam hitungan detik. Pengamat militer internasional menyebut rudal ini sebagai “game changer” yang mengubah peta ancaman strategis di Timur Tengah.

Baca Juga  Serangan Iran Hancurkan Pangkalan AS di Bahrain, Irak, dan UAE, Citra Satelit Ungkap Kerusakan

Pemerintah Israel, melalui pernyataan resmi, menyebut pengembangan rudal ini sebagai “provokasi langsung” dan tidak menutup kemungkinan akan melakukan serangan pre-emptive untuk menetralisasi ancaman.

Dalam konteks perang modern, Haj Qassem menjadi bukti bahwa Iran kini tak hanya unggul dalam taktik proksi, tapi juga dalam inovasi militer berteknologi tinggi. Rudal ini bukan sekadar senjata, melainkan pesan kuat kepada lawan: Iran siap berperang jika terprovokasi.

Untuk berita strategis dan geopolitik lainnya, kunjungi JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait