Iran Padamkan Internet Elon Musk Nyalakan Starlink 20.000 Terminal Bocor Lewat Pasar Gelap

JurnalLugas.Com — Ketegangan militer antara Iran dan Israel telah memicu dampak besar di sektor komunikasi digital Iran. Di tengah pemadaman internet nasional yang diberlakukan pemerintah Iran, miliarder teknologi asal Amerika Serikat, Elon Musk, mengumumkan bahwa layanan internet satelit miliknya, Starlink, kini aktif di wilayah Iran.

Langkah ini diambil menyusul pernyataan resmi dari Kementerian Komunikasi Iran, Jumat (13/6/2025), yang mengonfirmasi pembatasan sementara terhadap jaringan internet nasional sebagai respons terhadap serangkaian serangan Israel terhadap fasilitas militer dan nuklir Iran. Pemadaman tersebut memutus akses digital bagi jutaan warga sipil Iran, menyulitkan komunikasi dan distribusi informasi.

Bacaan Lainnya

Melalui akun pribadinya di platform X, Elon Musk menyatakan, “The beams are on”, menandakan bahwa sinyal Starlink telah menjangkau Iran. Dengan teknologi orbit rendah (Low Earth Orbit/LEO), layanan Starlink mampu menyediakan koneksi internet di area terpencil atau lokasi yang terdampak pemutusan jaringan konvensional.

Baca Juga  Bandara Nakhchivan Azerbaijan Diserang Drone, Iran Ada Provokasi Licik False Flag Zionis Terkutuk

Namun, yang paling mengejutkan adalah temuan dari para analis industri teknologi yang menyebutkan bahwa terdapat lebih dari 20.000 terminal Starlink yang saat ini beroperasi di Iran. Terminal-terminal ini masuk melalui jalur pasar gelap, mengindikasikan bahwa warga Iran telah mengakses perangkat ini jauh sebelum pengaktifan resmi diumumkan Elon Musk.

Tak hanya itu, fitur komunikasi langsung antara perangkat ponsel dan satelit milik Starlink disebut-sebut tetap berfungsi, membuka akses internet bahkan bagi mereka yang tidak memiliki terminal fisik. Hal ini secara signifikan mengganggu strategi kontrol informasi pemerintah Iran, yang selama ini mengandalkan pemadaman digital untuk meredam potensi gejolak sosial.

Langkah Iran memutus internet nasional terjadi bersamaan dengan gelombang serangan militer yang kian meningkat. Pada Sabtu (14/6/2025), militer Israel melaporkan telah menggempur puluhan peluncur rudal di wilayah Iran sebagai balasan atas rentetan serangan dari Teheran. Dua warga sipil Israel dilaporkan tewas akibat serangan roket yang menghantam permukiman.

Komandan angkatan udara Israel bahkan menggambarkan operasi udara yang dilancarkan di Teheran sebagai aksi yang memiliki “signifikansi operasional dan nasional”, memperkuat sinyal bahwa konflik belum akan reda dalam waktu dekat.

Baca Juga  Elon Musk dan Mark Zuckerberg Tuduh Apple Menyulitkan Konsumen Melakukan Pembayaran Melalui iPhone

Dengan meningkatnya eskalasi dan terbatasnya akses informasi, kehadiran Starlink—meski melalui jalur ilegal—menjadi harapan bagi masyarakat Iran untuk tetap terhubung dengan dunia luar. Namun di sisi lain, kondisi ini juga menimbulkan kekhawatiran baru terkait penyalahgunaan jaringan satelit untuk kepentingan kontra-narasi terhadap negara.

Pengaktifan Starlink di Iran, di tengah embargo dan pengawasan ketat, menjadi bukti bagaimana teknologi dapat menembus batas geopolitik. Namun, dampaknya terhadap stabilitas politik dan keamanan informasi di kawasan masih akan terus dipantau dunia internasional.

Baca berita selengkapnya hanya di JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait