JurnalLugas.Com — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pembukaan perdagangan Jumat pagi, 20 Juni 2025, terpantau dibuka melemah. IHSG terkoreksi 20,36 poin atau setara 0,29 persen ke level 6.948,28, menandai tekanan lanjutan dari tren pelemahan global yang turut mempengaruhi pasar domestik.
Penurunan serupa juga terjadi pada indeks LQ45, yakni kelompok 45 saham berkapitalisasi besar dan likuid. Indeks ini turun 3,55 poin atau sekitar 0,46 persen ke posisi 771,26.
Pelemahan indeks ini mencerminkan kehati-hatian investor terhadap kondisi eksternal, terutama ketidakpastian arah suku bunga acuan Amerika Serikat serta potensi perlambatan ekonomi global yang kembali menghantui pelaku pasar.
Di sisi lain, pergerakan IHSG juga dipengaruhi oleh aksi ambil untung (profit taking) yang terjadi usai penguatan terbatas pada sesi sebelumnya. Saham-saham sektor teknologi, finansial, dan barang konsumsi tercatat berada di zona merah di awal perdagangan.
Analis menilai bahwa tekanan jual masih mungkin berlanjut dalam beberapa sesi ke depan, terutama bila tidak ada katalis positif dari data ekonomi dalam negeri. Investor disarankan untuk memperhatikan sektor-sektor defensif serta memantau pergerakan rupiah dan harga komoditas sebagai indikator lanjutan.
Untuk informasi pasar modal dan berita ekonomi terkini lainnya, kunjungi JurnalLugas.Com.






