Pezeshkian Siap Balas AS Macron Nyatakan Dukungan Prancis untuk Iran

JurnalLugas.Com – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa Amerika Serikat (AS) harus “menerima balasan atas agresinya” setelah serangan yang dilancarkan Washington ke sejumlah fasilitas nuklir Iran. Penegasan ini disampaikan dalam komunikasi via telepon dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Minggu 22 Juni 2025.

“Serangan AS adalah simbol nyata dari ketidakjujuran mereka dan tidak berdasarnya klaim soal mendukung perdamaian,” ujar Pezeshkian seperti dikutip dalam pernyataan resmi dari Kantor Kepresidenan Iran.

Bacaan Lainnya

Pernyataan keras ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump pada Sabtu (21/6) mengumumkan bahwa militer AS telah melancarkan serangan ke tiga situs utama nuklir Iran: Fordow, Natanz, dan Isfahan. Serangan itu menyusul gelombang serangan Israel sejak 13 Juni lalu ke berbagai target strategis di Iran, yang telah menewaskan puluhan termasuk ilmuwan nuklir, komandan militer senior, serta warga sipil.

Baca Juga  Lebanon di Bombardir Zionis, Iran, Trump Gencatan Senjata atau Perang Lewat Israel

Iran merespons dengan peluncuran rudal dan drone ke wilayah Israel. Data Kementerian Kesehatan Iran mencatat lebih dari 400 korban jiwa dan 3.500 luka-luka, sementara otoritas Israel melaporkan 24 korban meninggal dunia akibat serangan balasan tersebut.

Di tengah ketegangan yang terus meningkat, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyerukan agar Iran menahan diri dan tidak melanjutkan eskalasi. Namun, dalam dialognya dengan Macron, Pezeshkian menolak permintaan tersebut dan menegaskan bahwa AS harus bertanggung jawab atas tindakannya.

Meski demikian, Iran menyatakan tidak menutup pintu diplomasi. “Kami selalu siap berdialog dan berinteraksi dengan Eropa. Kami tidak pernah keluar dari jalur diplomasi,” jelas Pezeshkian.

Baca Juga  Trump Ngotot Minta Iran Menyerah, Abbas Araghchi, Kami Siap Bertahan

Merespons hal itu, Macron menyampaikan bahwa Paris tetap berkomitmen untuk membuka ruang negosiasi dengan Iran. “Prancis akan terus mendorong penghentian konflik dan memulihkan stabilitas di kawasan,” demikian pernyataan dari Istana Élysée.

Langkah Prancis ini dinilai sejumlah pengamat sebagai bentuk dukungan diplomatik terhadap posisi Iran dalam menghadapi tekanan militer dari AS dan Israel, sekaligus menjaga peran Eropa sebagai penengah di tengah krisis geopolitik Timur Tengah yang kian memburuk.

Selengkapnya kunjungi JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait