Iran Sembunyikan 400 Kg Uranium Sebelum Serangan AS ke Fasilitas Nuklir Fordow

JurnalLugas.Com — Iran dikabarkan telah memindahkan sejumlah peralatan penting dan uranium yang diperkaya dari fasilitas nuklir Fordow hanya beberapa hari sebelum Amerika Serikat melancarkan serangan udara terhadap situs tersebut. Informasi ini dilaporkan oleh Media AS, yang mengutip dua pejabat Israel yang mengetahui data intelijen terkini.

Laporan tersebut menguat setelah Direktur Jenderal Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, pada Minggu (22/6) menyatakan bahwa timnya telah menemukan kawah besar akibat penggunaan amunisi penembus di kompleks nuklir Fordow. Namun, Grossi menekankan keterbatasan lembaganya dalam menilai kerusakan struktural di bagian bawah tanah fasilitas tersebut.

Bacaan Lainnya
Baca Juga  Harga Minyak Dunia Bangkit Tipis Gencatan Senjata Iran-Israel dan Sikap Trump Jadi Penentu

“Kami tidak dalam posisi untuk memastikan skala kerusakan yang terjadi di bawah tanah,” ujar Rafael Grossi dalam pernyataan singkat yang dikutip oleh media internasional.

Selain kerusakan fisik, informasi intelijen menunjukkan bahwa Iran telah memindahkan sekitar 400 kilogram uranium yang telah diperkaya hingga 60 persen dari Fordow ke lokasi lain yang tidak diungkapkan. Langkah ini diyakini sebagai respons terhadap ancaman berulang dari Presiden AS Donald Trump terkait aksi militer terhadap program nuklir Teheran.

Dua pejabat Israel yang enggan disebutkan namanya menyebutkan bahwa Iran tampaknya mengantisipasi serangan sejak awal Juni. “Terdapat bukti kuat bahwa pemindahan uranium dilakukan dengan sangat hati-hati dan terorganisir,” ujar salah satu sumber.

Seperti diberitakan, serangan udara AS pada malam 22 Juni 2025 menyasar tiga fasilitas nuklir utama Iran di Natanz, Fordow, dan Isfahan. Pentagon menyatakan bahwa operasi ini ditujukan untuk “menghancurkan atau setidaknya sangat melemahkan” kemampuan pengayaan uranium Iran.

Ketegangan antara Teheran dan Washington kembali meningkat sejak awal tahun 2025, menyusul pernyataan Trump yang menuduh Iran melanggar batas pengayaan uranium dan mempercepat langkah menuju senjata nuklir.

Untuk informasi mendalam lainnya, kunjungi JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait