Saham PACK Dibuka Kembali BEI Melonjak 15.000% dan Masuk Papan Khusus

JurnalLugas.Com – Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi membuka kembali suspensi atas saham PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (kode saham: PACK), setelah delapan hari perdagangan dibekukan. Pembukaan suspensi ini disertai pemindahan saham ke papan pemantauan khusus dan akan diperdagangkan melalui skema full call auction (FCA) mulai Senin, 30 Juni 2025.

“Perubahan ini mulai efektif pada tanggal 30 Juni 2025,” ungkap Kepala Divisi Peraturan dan Layanan Perusahaan Tercatat BEI, Teuku Fahmi Ariandar dalam keterangannya, Kamis (26/6/2025).

Bacaan Lainnya

Langkah BEI memindahkan saham PACK ke papan FCA dilakukan karena saham tersebut memenuhi kriteria ke-10 dalam ketentuan BEI, yakni telah mengalami suspensi perdagangan lebih dari satu hari karena aktivitas perdagangan saham yang dianggap tidak wajar.

Baca Juga  PT Master Print Tbk (PTMR) Siap IPO Targetkan Dana Segar Puluhan Miliar

Suspensi terhadap saham PACK pertama kali diberlakukan pada 17 Juni 2025. Dengan demikian, saham ini telah dikunci selama delapan hari perdagangan penuh. Ini bukan kali pertama BEI mengambil langkah serupa terhadap saham ini. Sepanjang tahun 2025, sudah tiga kali suspensi dijatuhkan kepada PACK.

Pemicunya adalah pergerakan harga saham yang mencolok. Saham PACK mencatat lonjakan tajam setelah dikabarkan menjadi perusahaan target backdoor listing oleh CNGR, korporasi asal Tiongkok yang bergerak di bidang energi baru dan terbarukan. Sejak awal tahun 2025, harga sahamnya telah melonjak lebih dari 700 persen. Jika ditarik lebih jauh ke setahun terakhir, nilai saham PACK mencatatkan kenaikan mencengangkan hingga nyaris 15.000 persen.

Baca Juga  IHSG Hari ini Zona Hijau Nilai Transaksi Capai Rp7,45 triliun Indeks LQ45 Perkasa Ini Harga Sahamnya

Fenomena lonjakan harga saham yang tak wajar ini menjadi perhatian khusus otoritas pasar modal, terlebih karena tidak diiringi dengan perubahan fundamental signifikan pada kinerja keuangan perusahaan.

Dengan masuknya PACK ke papan pemantauan khusus dan skema perdagangan FCA, investor diingatkan untuk lebih waspada dan memahami risiko tinggi yang menyertai volatilitas saham-saham dengan pergerakan ekstrem.

Baca berita terkini lainnya hanya di JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait