JurnalLugas.Com – Konflik panas di Timur Tengah kembali memuncak. Pada Jumat (27/6), militer Israel (IDF) menggempur wilayah selatan Lebanon dalam serangan udara besar yang menargetkan basis kelompok bersenjata Hezbollah. Wilayah Nabatieh dan Pegunungan Beaufort menjadi pusat ledakan yang mengguncang hingga beberapa kilometer dari lokasi.
Serangan ini diklaim sebagai yang terbesar sejak gencatan senjata yang diberlakukan pada November 2024 lalu. Dalam operasi tersebut, IDF menggunakan senjata berkekuatan tinggi, termasuk bom penghancur bunker (bunker-buster) untuk menghancurkan jaringan bawah tanah yang diyakini sebagai infrastruktur milik Hezbollah.
Namun, dampak dari operasi militer ini turut dirasakan oleh warga sipil. Seorang perempuan asal Lebanon yang baru kembali dari Jerman dilaporkan meninggal dunia setelah gedung apartemennya rusak parah akibat ledakan. Selain itu, sebanyak 11 orang lainnya mengalami luka, termasuk beberapa korban dalam kondisi kritis.
Seorang pejabat militer Israel menyatakan bahwa sasaran utama adalah “fasilitas penyimpanan roket dan jalur komunikasi militan.” Namun, saat ditanya mengenai korban sipil, juru bicara tersebut enggan memberikan pernyataan lebih lanjut.
Saksi mata di lokasi menyebut malam itu sebagai salah satu yang paling mengerikan sejak konflik pada 2022. “Langit menyala merah, puing-puing beterbangan, dan suara ledakan menghantui,” ungkap seorang warga Nabatieh yang enggan disebut namanya.
Pemerintah Lebanon pun angkat suara dan mengecam keras tindakan Israel tersebut. Dalam pernyataan resminya, serangan itu dinilai sebagai “pelanggaran serius terhadap kedaulatan nasional dan pengkhianatan terhadap kesepakatan gencatan senjata.”
Situasi ini menambah panas suhu geopolitik kawasan. Ketegangan di perbatasan Israel–Lebanon telah meningkat sejak awal 2025, dan analis memperingatkan potensi eskalasi lebih luas mengingat hubungan konflik ini dengan ketegangan di Jalur Gaza serta posisi Iran dalam peta kekuatan regional.
Untuk informasi terkini dan analisis mendalam seputar konflik internasional, ikuti terus pembaruan berita di JurnalLugas.Com.






