JurnalLugas.Com – PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) kembali melanjutkan aksi pembelian kembali saham (buyback), meski kondisi pasar modal Indonesia masih menunjukkan volatilitas tinggi. Langkah ini menjadi kelanjutan dari program buyback sebelumnya yang digelar sejak 26 Maret hingga 25 Juni 2025.
Manajemen Bukalapak menyampaikan bahwa masih terdapat dana tersisa sebesar Rp1,13 triliun dari total anggaran buyback senilai Rp1,9 triliun yang telah disiapkan perseroan.
“Nilai keseluruhan buyback diperkirakan mencapai Rp1,13 triliun, merupakan sisa dari dana yang telah dialokasikan pada program sebelumnya,” ungkap manajemen BUKA dalam keterangan resmi, Kamis (3/7/2025).
Aksi buyback tahap kedua ini akan dilaksanakan secara bertahap maupun sekaligus, terhitung mulai 7 Juli 2025 hingga 6 Oktober 2025. Harga pembelian saham akan disesuaikan dengan nilai pasar yang dianggap wajar dan menguntungkan oleh perseroan.
Manajemen Bukalapak juga menegaskan bahwa aksi korporasi ini tidak akan memberikan dampak negatif yang signifikan terhadap kondisi keuangan atau operasional perusahaan. Mereka memastikan perusahaan memiliki modal kerja serta arus kas yang cukup untuk menopang pelaksanaan program pembelian kembali saham ini.
Di sisi lain, kinerja saham BUKA masih berada di zona merah. Pada perdagangan Kamis (3/7/2025), saham Bukalapak terkoreksi sebesar 3,23 persen ke level Rp120 per saham. Secara bulanan, saham ini telah melemah hingga 11,76 persen.
Langkah buyback ini dinilai sebagai strategi manajemen untuk menjaga kepercayaan investor sekaligus menstabilkan harga saham di tengah tekanan pasar yang belum menentu.
Selengkapnya berita terkait bisa diakses melalui JurnalLugas.Com.






