Pangeran Turki bin Salman Sosok di Balik Tharawat Holding dengan Aset Rp4.000 Triliun

JurnalLugas.Com — Nama Pangeran Turki bin Salman Al Saud kian mencuat dalam dunia investasi global. Adik dari Perdana Menteri Arab Saudi, Muhammad bin Salman (MBS), ini menjadi tokoh kunci di balik kesuksesan Tharawat Holding Co, lembaga pengelola investasi milik kerajaan dengan portofolio lebih dari USD 250 miliar atau sekitar Rp4.052 triliun (kurs Rp16.210 per dolar AS).

Sebagai salah satu cucu pendiri Arab Saudi, Raja Abdulaziz, Pangeran Turki memang bukan sosok asing dalam lingkaran elite pemerintahan. Lahir pada 1987, ia kini berusia akhir 30-an dan telah lebih dari satu dekade memimpin Tharawat Holding, menjadikannya pemain strategis dalam transformasi ekonomi Kerajaan Arab Saudi.

Bacaan Lainnya

Perjalanan Karier dan Pengaruh Strategis

Sebelum menakhodai Tharawat, Pangeran Turki sempat menjabat sebagai ketua Saudi Research and Marketing Group (SMRG), konglomerasi media milik negara yang berpengaruh luas di kawasan Timur Tengah. Pengalamannya di bidang media dan komunikasi menjadi bekal awal yang memperkuat visinya dalam membangun jaringan bisnis global.

Baca Juga  Trump Desak Mohammed bin Salman Normalisasi dengan Israel Usai Perang Gaza

Pengaruhnya semakin besar sejak Raja Salman resmi naik takhta. Di bawah kendali Pangeran Turki, Tharawat Holding menjelma menjadi motor utama investasi kerajaan. Lembaga ini aktif menyusun dan menyelesaikan berbagai kesepakatan besar, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Investasi Strategis dan Akuisisi Besar

Salah satu langkah penting Tharawat adalah akuisisi Quantum Investment Bank pada 2014. Langkah tersebut dinilai sebagai fondasi awal untuk mengembangkan transaksi keuangan lintas negara. Akuisisi itu kemudian membuka jalan bagi proyek-proyek besar seperti pembelian 50 unit pesawat Airbus SE untuk Saudia, maskapai nasional Arab Saudi.

“Keputusan besar seperti akuisisi dan investasi lintas sektor tetap berada di tangan Pangeran Turki. Dia menjadi figur sentral dalam setiap finalisasi kebijakan,” ungkap seorang sumber internal Tharawat yang dikutip media lokal.

Fokus Pengembangan Domestik dan Teknologi

Tak hanya memburu aset global, Tharawat juga memperluas perannya di dalam negeri. Perusahaan ini menggandeng jaringan usaha kecil-menengah di sektor strategis, termasuk konstruksi, pendidikan, akuakultur, dan eksplorasi sumber daya alam.

Saat ini, Tharawat disebut-sebut tengah mengejar teknologi terapan dari luar negeri yang bisa dilokalisasi dan mendukung agenda Visi 2030 Arab Saudi. Strategi ini bertujuan menjadikan kerajaan lebih mandiri secara teknologi dan ekonomi.

Baca Juga  Arab Saudi Ingatkan Trump, Iran Bisa Kian Kuat Jika AS Tak Menyerang

“Fokus kami adalah mencari teknologi yang relevan dan bisa diadaptasi untuk kepentingan nasional. Semua prosesnya berada dalam kendali Pangeran Turki,” kata salah satu pejabat Tharawat yang enggan disebutkan namanya.

Peran Kunci dalam Visi 2030

Pangeran Turki bin Salman kini dilihat sebagai figur kunci dalam menyukseskan program reformasi ekonomi Visi 2030 yang digagas MBS. Lewat Tharawat Holding, ia memainkan peran penting dalam menjembatani investasi asing dengan kebutuhan domestik.

Dengan kombinasi pengaruh keluarga kerajaan dan kepemimpinan strategis, peran Pangeran Turki diperkirakan akan terus meluas di berbagai sektor kunci yang mendukung transformasi ekonomi Saudi ke depan.

Baca berita lainnya di JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait