JurnalLugas.Com – PT Sepatu Bata Tbk (BATA) berencana melepas sejumlah aset properti yang dinilai tidak produktif sebagai bagian dari strategi efisiensi operasional pada tahun 2025. Langkah ini merupakan kelanjutan dari restrukturisasi bisnis yang telah dimulai sebelumnya.
“Kami memprioritaskan pelepasan aset properti yang sudah tidak digunakan untuk mendukung kegiatan usaha,” ungkap manajemen BATA dalam paparan publik di Jakarta, Jumat (11/7).
Manajemen tidak merinci aset yang akan dilepas, namun menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari penataan struktur bisnis pasca penutupan pabrik mereka di Purwakarta tahun lalu.
Selain itu, perseroan juga terus memperkuat lini ritel dengan merenovasi gerai dan meningkatkan margin penjualan melalui peluncuran produk-produk eksklusif.
“Produksi kini lebih diarahkan ke mitra-mitra lokal untuk efisiensi biaya,” tambah perwakilan manajemen. Sepanjang tahun 2024, BATA juga telah merelokasi kantor pusat dan fasilitas distribusi sebagai bagian dari strategi efisiensi jangka panjang.
Saat ini, BATA mengelola sebanyak 242 gerai yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Perseroan memastikan tidak akan membuka gerai baru pada tahun ini, dan lebih memilih memaksimalkan kinerja toko yang telah beroperasi.
“Belanja modal tahun depan akan fokus pada peningkatan kinerja toko yang sudah ada, bukan ekspansi jumlah gerai,” tegas manajemen.
Dari sisi keuangan, BATA mencatatkan penjualan sebesar Rp459,98 miliar sepanjang 2024, turun sekitar 25% dibanding tahun sebelumnya. Meski demikian, rugi usaha berhasil ditekan menjadi Rp145,05 miliar, sedikit membaik dari kinerja pada 2023.
Langkah rasionalisasi ini diharapkan mampu memperbaiki struktur biaya dan memperkuat daya saing perusahaan ke depan.
Sumber berita ini dapat Anda akses di JurnalLugas.Com






