103 Apotek Desa Siap Beroperasi Kemenkes Gas Pol Program Kopdes Merah Putih

JurnalLugas.Com – Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) semakin memperkuat komunikasi dengan kepala desa se-Indonesia guna mempercepat integrasi apotek dan klinik desa ke dalam program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 tentang pembentukan Kopdes sebagai pilar utama kemandirian pangan dan kesehatan nasional.

“Kami akan lebih aktif berkoordinasi dengan para kepala desa agar penguatan layanan kesehatan berbasis koperasi desa bisa berjalan optimal,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, Kamis (16/7/2025).

Bacaan Lainnya

Ia menjelaskan bahwa keberadaan fasilitas kesehatan di tingkat desa menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan masyarakat. Dengan layanan yang lebih dekat dan terjangkau, desa diharapkan bisa lebih mandiri secara kesehatan.

Baca Juga  53.592 Desa Bentuk Koperasi Merah Putih Zulkifli Hasan Tenggat Musdesus Mei

Budi mengungkapkan, saat ini Kemenkes bersama sejumlah mitra strategis sedang mempercepat pembangunan apotek desa pada 103 lokasi percontohan program Kopdes Merah Putih. Sebagian besar lokasi tersebut, menurut dia, telah berada di tahap akhir persiapan sebelum beroperasi penuh.

“Kami melihat kemajuan yang signifikan. Infrastruktur di sebagian besar titik sudah hampir rampung,” ujarnya.

Dukungan lintas kementerian pun terus digalakkan. Salah satunya datang dari Kementerian Pertahanan yang turut membantu lewat pemberian sejumlah obat-obatan penting untuk mendukung operasional apotek desa.

“Obat-obatan yang disalurkan itu sangat krusial untuk pelayanan dasar, dan ini menunjukkan sinergi antar-kementerian dalam menguatkan pelayanan kesehatan dari desa,” imbuh Budi.

Baca Juga  Kopontren Jadi Motor Ekonomi Umat, Wamenkop “Santri Harus Siap Jadi Entrepreneur”

Adapun bantuan obat dari Kementerian Pertahanan mencakup paracetamol sebanyak 11,5 juta tablet, asam mefenamat lebih dari 4,7 juta kaplet, dan cefadroxil sebanyak 1,2 juta kapsul. Obat-obatan ini tergolong penting karena berfungsi sebagai pereda demam, anti nyeri, hingga antibiotik untuk infeksi ringan.

Dengan sinergi yang terjalin antara pemerintah pusat, industri farmasi, dan koperasi desa, program ini diharapkan dapat mengatasi kesenjangan layanan kesehatan sekaligus memperkuat sistem pelayanan hingga ke pelosok Nusantara.

Selengkapnya di JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait