JurnalLugas.Com — PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel/MTEL) mengumumkan rencana pembelian kembali saham (buyback) senilai maksimal Rp1 triliun. Rencana strategis ini akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan digelar pada 26 Agustus 2025.
Berdasarkan dokumen yang disampaikan manajemen kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, 18 Juli 2025, buyback akan dilakukan dengan porsi maksimum 4,12 persen dari total modal disetor dan ditempatkan perseroan.
“Jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak akan melebihi 4,12 persen dari modal disetor penuh,” ungkap manajemen MTEL dalam keterangannya yang diterima redaksi.
Buyback Bertujuan Jaga Stabilitas Saham
Manajemen Mitratel menjelaskan, kebijakan ini diambil untuk menjaga kestabilan harga saham agar sesuai dengan nilai fundamental perusahaan. Selain itu, pembelian kembali saham ini juga diharapkan bisa menjadi sinyal positif bagi investor di tengah dinamika pasar yang fluktuatif.
“Kami ingin memiliki fleksibilitas untuk menjaga pergerakan saham tetap mencerminkan kinerja aktual perusahaan dan mendukung kepercayaan pemegang saham,” jelas pihak perusahaan.
Menurut penjelasan lebih lanjut, aksi buyback ini juga dimaksudkan untuk mengoptimalkan kas berlebih yang dimiliki perusahaan agar dapat memberikan imbal hasil maksimal bagi para pemegang saham.
“Dana kas yang tidak digunakan akan dimanfaatkan untuk memperkuat nilai pemegang saham melalui pembelian saham kembali di pasar,” lanjut manajemen.
Pelaksanaan Buyback Taat Regulasi BEI
Mitratel menegaskan bahwa seluruh proses pembelian kembali saham akan dilakukan melalui mekanisme perdagangan di Bursa Efek Indonesia. Perseroan akan menunjuk satu anggota bursa sebagai pelaksana transaksi, dengan tetap mengikuti seluruh peraturan yang berlaku di pasar modal.
Aksi korporasi ini akan dimulai paling cepat setelah RUPSLB disetujui pada 26 Agustus 2025, dan akan berlangsung maksimal selama 12 bulan ke depan, atau sesuai dengan keputusan final dalam rapat.
Saham MTEL Melemah, Kapitalisasi Capai Rp50 Triliun
Sementara itu, saham MTEL pada penutupan perdagangan Jumat (18/7/2025) ditutup melemah 1,64 persen ke posisi Rp600 per lembar saham. Meski turun, kapitalisasi pasar Mitratel masih berada di kisaran Rp50,13 triliun.
Pengamat pasar menilai langkah buyback ini sebagai sinyal strategis untuk menstabilkan harga saham yang cenderung terkoreksi dalam beberapa waktu terakhir. Selain itu, buyback juga kerap dimaknai pasar sebagai bentuk kepercayaan manajemen terhadap prospek jangka panjang perusahaan.
Dengan rencana ini, Mitratel diharapkan mampu memperkuat posisi sahamnya di tengah tekanan pasar, sekaligus memberikan nilai tambah bagi pemegang saham eksisting.
Untuk perkembangan lebih lanjut, simak terus informasi resmi melalui JurnalLugas.Com.






