JurnalLugas.Com – Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menyetop sementara perdagangan saham PT Merry Riana Edukasi Tbk (MERI) pada Jumat (18/7/2025). Langkah suspensi dilakukan setelah saham MERI terus mengalami lonjakan tajam dan mencatatkan auto reject atas (ARA) secara berturut-turut sejak pertama kali melantai di bursa.
Dalam pengumuman resminya, BEI menyampaikan bahwa penghentian sementara tersebut diberlakukan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai sebagai bentuk proteksi terhadap investor.
“BEI memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham MERI pada 18 Juli 2025,” tulis manajemen Bursa dalam keterangan tertulis, Jumat (18/7/2025).
Saham Baru Langsung Terbang
MERI merupakan emiten pendatang baru di pasar modal yang resmi tercatat di papan perdagangan sejak 8 Juli 2025. Namun hanya dalam hitungan hari, saham ini langsung terbang tinggi dan menyita perhatian pelaku pasar.
Sejak hari pertama listing, MERI sudah mencetak ARA secara konsisten. Kenaikan paling tajam terjadi pada Jumat (11/7), ketika saham ini melonjak hingga 34,88 persen dalam satu hari perdagangan.
Secara akumulatif, harga saham MERI telah naik 228,49 persen ke level Rp565 per saham, jauh melampaui harga penawaran umum perdana (IPO) yang hanya Rp128. Dari aksi korporasi tersebut, MERI berhasil menghimpun dana sebesar Rp30,09 miliar.
Lonjakan Dinilai Tidak Wajar
Kenaikan ekstrem dalam waktu sangat singkat membuat BEI melakukan tindakan preventif dengan menghentikan sementara transaksi. Langkah suspensi tersebut dilakukan sebagai bagian dari mekanisme cooling down guna menjaga stabilitas perdagangan dan mencegah spekulasi berlebihan.
Pengamat pasar modal yang enggan disebutkan namanya mengatakan, lonjakan seperti yang dialami MERI wajar memicu perhatian otoritas.
“Kalau sebuah saham baru langsung naik tiga kali lipat hanya dalam hitungan hari, tentu itu menjadi sinyal untuk dilakukan evaluasi. Bisa saja itu murni karena euforia, tapi bisa juga ada potensi spekulasi,” ujarnya.
Investor Diminta Waspada
BEI mengimbau para investor untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi dan melakukan analisis mendalam sebelum mengambil keputusan investasi, khususnya terhadap saham-saham yang mengalami volatilitas tinggi dalam waktu singkat.
Langkah penghentian sementara ini juga diharapkan bisa memberikan ruang bagi pasar untuk kembali menilai secara rasional terhadap nilai wajar saham tersebut.
Informasi lebih lengkap dan berita pasar modal lainnya dapat diakses melalui JurnalLugas.Com.






