JurnalLugas.Com – Sebuah video berdurasi singkat yang menampilkan anak laki-laki bernama Rayyan Arkan Dhika, 11 tahun, mendadak viral di berbagai platform media sosial. Dalam video tersebut, Rayyan terlihat berdiri dengan ekspresi tenang di atas sebuah perahu tradisional, sambil melakukan gerakan kecil menyerupai tarian.
Aksinya yang kalem dan tak biasa membuat warganet menjulukinya sebagai anak yang sedang melakukan “aura farming”, sebuah istilah baru yang kini ramai dibicarakan.
Fenomena ini sontak mencuri perhatian publik karena keunikan sikap Rayyan yang dinilai memancarkan ketenangan luar biasa. Istilah “aura farming” digunakan untuk menggambarkan seseorang yang memancarkan energi tenang, percaya diri, dan berwibawa secara alami tanpa banyak bicara atau gerakan mencolok.
Viral Dalam Hitungan Menit
Video Rayyan pertama kali beredar dalam sebuah unggahan akun TikTok dan Instagram yang merekam momen lomba perahu tradisional di kampung halamannya. Saat peserta lain sibuk mendayung, Rayyan berdiri dengan tenang di bagian depan perahu sambil melakukan gerakan pelan seolah sedang menari dalam diam. Dalam waktu kurang dari 30 menit, video itu telah ditonton oleh ribuan orang.
“Anak ini nggak banyak gaya tapi auranya kuat banget,” tulis salah satu komentar pengguna TikTok. Komentar serupa banyak bermunculan, bahkan disertai potongan meme dan editan video yang mempertegas kesan “sakti” pada sosok Rayyan.
Disorot Media Internasional
Tak hanya di Indonesia, aksi Rayyan juga menarik perhatian media internasional. Harian internasional turut memberitakan tentang tren “aura farming” yang dipicu oleh video Rayyan. Media itu menyebut Rayyan sebagai “the overnight dancing sensation from Indonesia” atau “sang sensasi menari yang mendadak viral”.
Menurut pengamat media sosial Y. Firmansyah, fenomena ini merupakan bagian dari pola viralitas baru di era digital. “Masyarakat kini cenderung menyukai sosok yang tampil berbeda, kalem tapi berkarisma. Rayyan adalah representasi dari itu semua, tanpa perlu gimmick berlebihan,” ujarnya kepada JurnalLugas.Com, Minggu (20/7).
Trend “Aura Farming” Jadi Inspirasi
Tak butuh waktu lama, tren “aura farming” menyebar luas di kalangan pengguna media sosial. Banyak pengguna mulai menirukan gaya Rayyan dalam berbagai situasi—dari berdiri tenang di stasiun, di depan kelas, hingga saat nongkrong di kafe.
Fenomena ini bahkan disebut-sebut menggeser tren konten heboh dan berisik yang selama ini mendominasi media sosial. “Orang mulai lelah dengan keramaian digital. Mereka butuh figur yang membawa ketenangan,” lanjut Firmansyah.
Identitas Rayyan dan Dukungan Publik
Rayyan diketahui merupakan siswa kelas 1 SMP di kawasan Kalimantan Selatan. Ia bukan seorang selebgram, bukan pula anak pejabat. Kesederhanaannya justru menjadi kekuatan utama yang membuat warganet jatuh hati.
Orang tuanya, saat dikonfirmasi oleh media lokal, menyatakan bahwa Rayyan memang anak yang pendiam dan suka menyendiri. “Kami juga kaget videonya bisa seheboh itu. Tapi kami senang kalau banyak orang merasa terinspirasi oleh sikap tenangnya,” ujar ayah Rayyan, singkat.
Sumber & informasi lebih lanjut: JurnalLugas.Com






