JurnalLugas.Com — Dua direksi PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk (CCB Indonesia/MCOR) tercatat melakukan aksi pembelian saham perseroan. Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), transaksi tersebut dilaksanakan pada Senin, 25 Agustus 2025, dan diumumkan ke publik pada Rabu, 27 Agustus 2025.
Direktur Agresius R. Kadiaman menambah porsi kepemilikan sahamnya dengan membeli 328.862 lembar saham MCOR di harga rata-rata Rp66 per saham. Dengan transaksi ini, ia mengeluarkan dana sekitar Rp21,70 juta. Kepemilikan saham Agresius kini meningkat menjadi 1.787.693 lembar, naik dari sebelumnya 1.458.831 lembar.
Sementara itu, Direktur Junianto juga melakukan langkah serupa. Ia membeli 408.541 saham MCOR dengan harga rata-rata Rp66 per saham. Total dana yang digelontorkan mencapai Rp26,96 juta. Setelah aksi ini, kepemilikan saham Junianto naik signifikan menjadi 1.996.923 lembar, dari posisi sebelumnya 1.588.382 lembar.
Alasan di Balik Aksi Beli Saham
Kedua direksi menegaskan bahwa pembelian saham tersebut bukan semata strategi investasi pribadi, melainkan bagian dari pemenuhan ketentuan POJK Nomor 45/POJK.03/2015 mengenai penerapan tata kelola dalam pemberian remunerasi bagi bank umum.
Seorang pejabat internal perseroan yang enggan disebutkan namanya menyampaikan, “Aksi pembelian ini merupakan komitmen direksi dalam memenuhi ketentuan tata kelola, sekaligus bentuk keyakinan terhadap prospek jangka panjang perusahaan.”
Sinyal Positif Bagi Investor
Langkah direksi menambah kepemilikan saham seringkali dipandang sebagai sinyal positif oleh pasar. Sebab, hal tersebut menunjukkan adanya keyakinan manajemen terhadap kinerja perusahaan ke depan.
Pengamat pasar modal menilai, aksi beli saham oleh petinggi bank bisa meningkatkan kepercayaan investor publik. “Ketika direksi berani menambah kepemilikan, itu artinya mereka optimistis terhadap prospek bisnis perusahaan,” ujar salah satu analis pasar.
Prospek MCOR
Sebagai bagian dari grup perbankan global, CCB Indonesia menghadapi persaingan ketat di industri keuangan nasional. Namun, penguatan tata kelola dan kepatuhan terhadap regulasi diyakini akan memperkuat reputasi perseroan di mata investor maupun nasabah.
Selain itu, aksi kolektif direksi dalam membeli saham diharapkan dapat menjadi katalis positif yang mendorong pergerakan saham MCOR di pasar. Meski demikian, analis mengingatkan bahwa volatilitas pasar tetap menjadi faktor yang perlu diperhatikan investor.
Dengan komitmen yang ditunjukkan jajaran direksi, pelaku pasar kini menanti bagaimana strategi lanjutan CCB Indonesia dalam memperluas layanan, meningkatkan efisiensi, serta memperkuat posisi di industri perbankan nasional.
Baca berita lainnya di JurnalLugas.Com






