JurnalLugas.Com — Harga minyak mentah dunia pada Sabtu, 30 Agustus 2025, kembali melemah. Brent Crude ditutup di level USD 68,12 per barel, turun 0,73%, sementara West Texas Intermediate (WTI) berakhir di USD 64,01 per barel, terkoreksi 0,91%.
Penurunan ini menambah tekanan bagi pasar energi global yang sejak awal Agustus bergerak fluktuatif akibat ketidakpastian arah produksi dan permintaan.
Faktor Penyebab Penurunan
Beberapa faktor utama yang menekan harga minyak hari ini antara lain:
- Produksi OPEC+ meningkat
Aliansi produsen minyak terbesar dunia, OPEC+, berencana menambah produksi lebih dari 500 ribu barel per hari mulai September. Langkah ini memunculkan kekhawatiran surplus pasokan yang sulit terserap pasar. - Permintaan global melambat
Meski pemulihan ekonomi masih berjalan, konsumsi energi global tumbuh lebih lambat dari ekspektasi. Ketidakseimbangan antara suplai dan permintaan memperbesar tekanan harga. - Sentimen pasar beralih ke pertemuan OPEC+
Pelaku pasar kini menunggu sinyal kebijakan dari pertemuan OPEC+ pekan depan. Seorang analis energi menyebut, “Harga minyak akan sulit bangkit tanpa kepastian arah produksi dari negara produsen utama.”
Proyeksi Jangka Pendek dan Panjang
- Konsensus pasar memprediksi harga rata-rata Brent sepanjang 2025 di kisaran USD 67–68 per barel, sedangkan WTI sekitar USD 64–65 per barel.
- Lembaga keuangan internasional bahkan memperkirakan Brent bisa turun ke kisaran USD 60 per barel pada akhir 2025 bila surplus pasokan berlanjut.
- Faktor geopolitik, seperti konflik di Eropa Timur dan Timur Tengah, disebut masih bisa menjadi penopang harga jika ketegangan meningkat.
Ringkasan Harga Minyak 30 Agustus 2025
| Jenis Minyak | Harga (USD/barel) | Perubahan |
|---|---|---|
| Brent Crude | 68,12 | –0,73% |
| WTI Crude | 64,01 | –0,91% |
Harga minyak mentah dunia hari ini kembali melemah akibat kombinasi faktor suplai berlebih dan lemahnya permintaan global. Pasar menanti keputusan penting OPEC+ yang akan sangat menentukan arah harga dalam beberapa bulan mendatang.
Untuk update terbaru tentang energi dan dinamika pasar global, kunjungi JurnalLugas.Com






