JurnalLugas.Com – Global Sumud Flotilla (GSF) mengumumkan kapal Alma yang berlayar dengan bendera Inggris menjadi sasaran serangan pesawat nirawak (drone) saat bersandar di perairan Tunisia, Selasa (9/9/2025).
Dalam pernyataan resmi GSF sehari kemudian, disebutkan bahwa serangan tersebut menimbulkan kebakaran di dek atas kapal. Meski terjadi kerusakan, api berhasil dipadamkan, dan seluruh penumpang maupun kru dipastikan selamat.
“Tidak ada korban jiwa. Semua penumpang dan awak dalam kondisi aman. Kami sedang menunggu hasil investigasi resmi terkait serangan ini,” ungkap juru bicara GSF.
Serangan Kedua dalam Dua Hari
Insiden terhadap Alma menambah daftar serangan dalam misi GSF. Sehari sebelumnya, kapal utama mereka, Family Boat, juga diserang drone di lokasi yang sama.
Kapal itu diketahui membawa para pengarah misi, termasuk aktivis lingkungan asal Swedia, Greta Thunberg. Beruntung, Greta dan timnya telah mendarat di pelabuhan beberapa jam sebelum insiden.
“Rangkaian serangan ini jelas menunjukkan ada upaya terorganisir untuk melemahkan misi kemanusiaan kami,” tambah pernyataan GSF.
Tekad Lanjutkan Misi
Meski menghadapi dua kali serangan dalam dua hari, GSF menegaskan tidak akan menghentikan perjalanan menuju Gaza. Misi mereka bertujuan menembus blokade laut Israel yang selama ini membatasi akses warga Palestina.
“Kami tidak gentar. Misi kemanusiaan ini akan tetap berjalan sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina,” tegas perwakilan GSF.
Dukungan Relawan dari 44 Negara
Armada GSF terdiri atas aktivis internasional dari 44 negara. Dari Indonesia, dua jurnalis, Iqbal Himawan dan Yahdin Syafrizal, ikut serta dalam pelayaran tersebut.
Hingga kini, pihak GSF memastikan bahwa perjalanan akan terus dilanjutkan dengan pengamanan tambahan, sembari menunggu hasil penyelidikan resmi mengenai serangan drone.
Baca berita selengkapnya di JurnalLugas.Com






