JurnalLugas.Com – Badan Pangan Nasional (Bapanas) kembali merilis perkembangan harga pangan utama di tingkat konsumen pada Rabu (24/9) pagi. Data menunjukkan adanya fluktuasi signifikan, di mana harga beras medium mengalami penurunan, namun beberapa komoditas lain seperti cabai rawit merah dan daging ayam justru melonjak tajam.
Berdasarkan pantauan Bapanas pukul 07.00 WIB, harga beras medium turun menjadi Rp13.150 per kilogram dari sebelumnya Rp13.879 per kg. Namun, beras premium justru naik ke Rp17.300 per kg dari Rp16.009 per kg, sedangkan beras program Stabilitas Pasokan Harga Pangan (SPHP) berada di Rp13.000 per kg, naik tipis dari Rp12.569 per kg.
“Fluktuasi harga ini dipengaruhi oleh dinamika pasokan dan permintaan di lapangan. Pemerintah terus memantau agar gejolak harga tidak memberatkan masyarakat,” ujar Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, S. Pratama, dalam keterangan singkat.
Harga Cabai dan Bawang Meroket
Komoditas hortikultura masih mencatat pergerakan harga tajam. Cabai rawit merah naik signifikan menjadi Rp61.667 per kg dari Rp48.928 per kg. Begitu juga dengan cabai merah besar yang mencapai Rp55.167 per kg dari Rp50.996 per kg. Sementara cabai merah keriting sedikit melemah di angka Rp59.667 per kg dari Rp60.767 per kg.
Untuk bawang, tren kenaikan cukup terasa. Harga bawang merah melonjak ke Rp46.200 per kg dari Rp40.168 per kg, sedangkan bawang putih bonggol berada di level Rp37.800 per kg dari Rp37.562 per kg.
Kedelai, Gula, dan Minyak Goreng
Harga kedelai impor justru turun tipis ke Rp10.679 per kg dari Rp10.743 per kg. Sementara gula konsumsi melemah ke Rp18.600 per kg dari Rp18.103 per kg.
Di sisi lain, minyak goreng mengalami kenaikan yang cukup konsisten. Minyak goreng kemasan kini dijual Rp23.000 per liter dari Rp20.946 per liter, minyak goreng curah Rp20.000 per liter dari Rp17.535 per liter, dan produk Minyakita naik tipis ke Rp17.750 per liter dari Rp17.501 per liter.
Daging dan Telur Naik
Harga protein hewani juga bergerak naik. Daging ayam ras meningkat menjadi Rp43.286 per kg dari Rp38.339 per kg. Telur ayam ras melonjak ke Rp33.800 per kg dari Rp29.992 per kg.
Namun, daging sapi murni justru mengalami koreksi tipis ke Rp147.500 per kg dari Rp135.288 per kg. Untuk daging kerbau beku impor, Bapanas mencatat harga turun tajam ke Rp80.750 per kg dari Rp105.936 per kg.
Ikan dan Garam
Harga ikan kembung naik ke Rp42.857 per kg dari Rp41.617 per kg, ikan tongkol Rp35.714 per kg dari Rp34.771 per kg. Namun, ikan bandeng justru turun menjadi Rp32.500 per kg dari Rp35.175 per kg.
Adapun garam konsumsi melemah ke Rp9.600 per kg dari Rp11.609 per kg.
Antisipasi Inflasi Pangan
Pengamat ekonomi pangan, R. Nugroho, menilai tren harga pangan yang berfluktuasi ini perlu diantisipasi dengan kebijakan yang tepat.
“Kenaikan harga cabai dan protein hewani bisa memicu inflasi pangan. Pemerintah harus memperkuat distribusi dan stok cadangan untuk menjaga stabilitas,” ujarnya.
Dengan dinamika harga yang terus berubah, masyarakat diimbau lebih bijak dalam mengatur konsumsi dan memanfaatkan program pemerintah seperti SPHP untuk menjaga daya beli.
Baca berita selengkapnya di: JurnalLugas.Com






