Ishiba Jepang Jadi Negara G7 Pertama Akui Negara Palestina

JurnalLugas.Com – Perdana Menteri Jepang, Shigeru Ishiba, menegaskan bahwa pengakuan Tokyo terhadap negara Palestina tinggal menunggu waktu. Pernyataan itu disampaikan saat Sidang Umum PBB, Selasa (23/9/2025), seiring kritik terhadap pejabat Israel yang menolak gagasan pembentukan negara Palestina.

Ishiba menyatakan bahwa posisi Jepang bukan lagi mempertanyakan “apakah” Palestina akan diakui, tetapi “kapan” langkah itu akan dilakukan. Ia menambahkan, tindakan sepihak yang dilakukan Israel dianggap menghambat proses perdamaian.

Bacaan Lainnya

“Jika Israel terus menghalangi tercapainya solusi dua negara, Jepang tidak akan tinggal diam,” ujar Ishiba, Rabu (24/9/2025).

Baca Juga  Kelaparan Massal di Gaza Hamas Zionis Israel Gunakan Skema Kolonial Penjajahan

Pernyataan ini muncul di tengah peningkatan pengakuan internasional terhadap Palestina. Saat ini, sekitar 80 persen anggota PBB telah mengakui negara Palestina, termasuk Inggris, Kanada, dan Prancis. Dukungan ini meningkat menyusul konflik di Gaza yang berlangsung hampir dua tahun.

Konflik dipicu serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023 yang menewaskan lebih dari seribu orang, sebagian besar warga sipil. Balasan militer Israel menewaskan puluhan ribu warga Palestina, menurut data resmi kementerian kesehatan Gaza yang diakui PBB.

Di sisi lain, di bawah pemerintahan Presiden AS Donald Trump, pengakuan Palestina dianggap memberi penghargaan pada Hamas. Jepang, meski menjadi sekutu dekat Amerika Serikat dan tuan rumah sekitar 54.000 personel militer AS, hingga kini belum mengakui Palestina. Negara Asia lainnya, termasuk Korea Selatan dan Singapura, juga belum mengambil langkah serupa.

Baca Juga  Alexander Stubb Finlandia Siap Akui Palestina sebagai Negara Merdeka

Ishiba menekankan pentingnya pembangunan pemerintahan Palestina yang bertanggung jawab dan keberlanjutan kehidupan warganya. “Yang penting, Palestina bisa berdiri sendiri, hidup damai dengan Israel, dan berperan sebagai anggota komunitas internasional yang bertanggung jawab,” katanya.

Langkah Jepang untuk mengakui Palestina, jika terealisasi, diprediksi akan membawa dampak besar dalam diplomasi global dan memengaruhi posisi negara-negara G7 terkait konflik Timur Tengah.

Baca berita lainnya di: JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait