JurnalLugas.Com — Pergerakan saham emiten yang berada dalam naungan Grup Bakrie kembali mencuri perhatian pelaku pasar. Sejumlah kode saham seperti DEWA, BUMI, hingga BRMS menunjukkan penguatan signifikan yang menjadi sinyal positif bagi investor yang tengah memburu momentum.
DEWA Catat Lonjakan Tajam
Saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) pagi ini sempat naik +3,79 % ke level Rp 276 per lembar. Dalam sepekan, akumulasi kenaikan saham DEWA mencapai +27,78 %, sementara secara bulanan tercatat +25,45 %.
Seorang analis pasar modal menyebut bahwa transformasi bisnis dan potensi kontrak baru menjadi faktor dominan. Berdasarkan proyeksi, laba bersih DEWA diperkirakan mampu tumbuh rata-rata di atas 200 % per tahun hingga 2028.
Selain itu, rekomendasi riset beberapa sekuritas menempatkan target harga saham DEWA di kisaran Rp 300 per lembar, dengan mempertimbangkan metode valuasi DCF, restrukturisasi keuangan, serta efisiensi biaya operasional.
BUMI Menguat Didukung Penurunan Royalti
Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) juga menguat +6,04 % ke level Rp 158 per saham. Jika ditarik satu bulan terakhir, kenaikannya menembus +43,64 %.
Seorang analis energi menjelaskan bahwa revisi struktur royalti IUPK yang turun dari 28 % menjadi 19 % memberikan katalis besar bagi profitabilitas perusahaan. Proyeksi ke depan, laba bersih BUMI berpotensi meningkat 14 % menjadi sekitar USD 72 juta pada 2026, didukung stabilnya harga batu bara dan pengurangan beban produksi.
BUMI juga mulai agresif melakukan diversifikasi, di antaranya rencana akuisisi tambang emas di Australia serta pembangunan smelter alumina senilai USD 1,5 miliar melalui konsesi bauksit.
Emiten Afiliasi Ikut Menguat
Tidak hanya DEWA dan BUMI, sejumlah emiten lain dari Grup Bakrie juga mencatat penguatan:
- ENRG naik +5,48 %
- VKTR melesat +8,60 %
- BRMS meningkat +2,10 %
Khusus BRMS (Bumi Resources Minerals), sahamnya bahkan sempat melonjak lebih dari +17 % usai resmi bergabung dalam salah satu indeks ETF global yang fokus pada sektor emas. Hal ini dipandang sebagai validasi pasar internasional terhadap fundamental perusahaan.
Peluang dan Risiko
Peluang yang terbuka:
- Transformasi bisnis yang mulai terlihat nyata.
- Kebijakan royalti lebih rendah yang menambah ruang margin.
- Diversifikasi aset, baik emas maupun smelter alumina, yang bisa memperluas pendapatan jangka panjang.
Risiko yang harus dicermati:
- Fluktuasi harga komoditas, terutama batu bara dan logam.
- Struktur keuangan serta sentimen pasar terkait konversi utang.
- Regulasi pertambangan yang sewaktu-waktu bisa berubah.
Kinerja saham Grup Bakrie menunjukkan sinyal pemulihan yang tidak bisa diabaikan. Katalis positif berupa efisiensi, diversifikasi, serta dukungan kebijakan membuka ruang bagi penguatan lanjutan. Meski begitu, para investor tetap disarankan memperhatikan dinamika komoditas global dan regulasi domestik sebelum mengambil keputusan investasi.
Untuk ulasan pasar modal dan ekonomi terkini, kunjungi JurnalLugas.Com.






